Kata - kata (Cinta, bahasa dan kesendirian) + Namamu Melly. Tahun yang sama dengan kelahiran anak pertamaku, 21 tahun. Aku tidak tahu seberapa dalam perih tersisa ketika ekspektasi atas hubungan itu hancur. Sebab kadang air mata bahkan gagal menterjemahkan apa yang berkecamuk di dalam. Kau perempuan realistis dan ambisius atas duniamu sendiri. Serius dalam mencandra mimpi - mimpi atas masa depan dan kemapanan. Kaku. + "Bikinin puisi om" pintamu + "Seperti katamu bahwa cinta bukanlah sekedar kata - kata, dan aku bahkan tidak mampu merangkai huruf- huruf sebagai wujud kedalamanku sendiri. Ketahuilah kata - kata bukanlah apa yang dideskripsikannya. Sejak dulu. Meski betapa seringnya kita berusaha mati - matian mengkonversi luka, amarah dan penderitaan ke dalam aksara, kata dan kalimat pada akhirnya semua itu bukanlah realitas yang sesungguhnya. Benar bahwa sejak manusia mampu menciptakan bahasa verbal mereka seakan merasa saling terhubung satu dengan lainnya, tapi sejak itu...