Tuhan (agama, pikiran dan pelukan) + "Aku kehilangan esensi. Aku telah mencoba beberapa ciuman tapi tak pernah benar-benar menyelesaikannya sebab hambar. Tapi denganmu aku seperti menemukan sesuatu yang hilang. Kehangatan, kebebasan" katamu. + Dan kau pun melepas jilbabmu. Kau 22 tahun tapi bagimu agama dan ritual tak lebih dari sekedar hafalan dan gerakan. Senam. Kau juga mulai mempertanyakan tentang tuhan. Benarkah tuhan adalah sosok egois yang berusaha membelenggu kebebasanmu. Atau tuhan adalah kedangkalan yang selalu haus pujian. Benarkah secawan anggur, wiski, vodka, dan segelas guinness adalah neraka. Atau bagaimana mungkin kita memerlukan legalisasi secarik kertas hanya untuk bisa menari bersama dalam tarian purba bernama sex?. 3 tahun kau berkelana diantara buku-buku tua dan mencoba mendeskripsikannya hingga kau pun menemukanku. Tanpa sengaja. + "Tidak ada tuhan, yang ada AKU" jawabku. + "Agama bahkan tuhan lahir dari pikiran, peradaban. Adalah jawaban ...