draft 2
" Kau mencintaiku?" Tanyamu. Aku pun terdiam meraba kedalaman rasa pada wajahmu yang mulai memerah. Kau seperti menghakimiku dalam tarikan nafas yang berat. Sepi. Keramaian sudut alun-alun ini tiba-tiba terasa membisu. Aku mungkin tidak mencintaimu layaknya penari binal pembunuh sepi. Atau wanita dengan gairah yang membuat malam bertekuk lutut dalam desahan. Meski selalu menantang kebinatanganku kau adalah wanita rapuh yang bersembunyi dalam keceriaan. Seperti bintang-bintang di langit aku bahkan tahu kapan saat kau meringkuk dalam genangan air mata ketika waktu kejam melemparmu ke masa lalu. Pada getir kenangan yang membuatmu jauh dari dirimu sendiri. Kau terluka. Dan mungkin di bawah lampu merkuri inj luka itu semakin menganga olehku. Oleh kebodohanku untuk selalu setia pada masa lalu. Pada senja.
+
#draft 2

