It's You
It''s You
(Antara rindu dan realitas waktu)
+
Temaram. Gerimis yang mengkabut di langit kotaku ini sepertinya salah musim bagai rindu yang lahir dari kegelapan waktu. Aku membuka tirai jendela. Memahami bahwa kesendirian adalah kesejatian itu sendiri. Tempat kembali segala hiruk pikuk rasa yang meng-ada. Kau adalah aku dan aku adalah kamu hingga waktupun membeku. Berhenti. Tersungkur melihat wajahnya sendiri. Aku dengan segala kenaifanku dan kau dengan keegoisanmu yang berhasil meruntuhkan hatiku. Memenuhi warna-warni pelangi setiap sudut ruang tersembunyi di kedalaman hati.
+
"Kau tak pernah mencintaiku" ucapmu satu putaran bumi yang lalu.
+
Aku terdiam menikmati senyum dan rona merah di pipimu. Sementara lampu-lampu kota menjadi saksi bahwa pada akhirnya kau memilih menyerah. Berpisah. Kau dengan beban-beban sosial di pundakmu dan aku dengan kebebasanku. Bagiku cinta bukan sebait puisi atau kata-kata abstrak yang sering menjebak kita dalam pelukan ilusi. Ia hanya kesadaran untuk menerima apa dan siapapun apa adanya. Cinta tak peduli pada apa yang kita namai buruk dan nista. Cinta bahkan tak pernah mempertimbangkan keegoisan surga neraka. Sebab cinta hanya mencintai.
+
"Cinta tak akan pernah kau temukan kecuali di kedalamanmu sendiri hingga setelah itu kau akan dapat melihat cinta dimanapun. Di trotoar, di gang-gang yang kumuh dan bau. Di tetes hujan yang meleleh pada kaca jendela. Di hembusan angin yang meliuk pada pucuk-pucuk rerumputan. Cinta bahkan akan kau temukan dalam tumpukan kesedihan" jawabku.
+
Langit masih meng-kabut. Bersama alunan nada-nada usang It might be you - Stephen Bishop kusadari bahwa pada akhirnya rindu datang bukan untuk mencipta harapan melainkan kesadaran bahwa kesunyian adalah warisan DNA kelahiran. Tanpa kesunyian keabadian tak akan pernah melahirkan keber-ada-an.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.

