Gerimis

Gerimis
(Cinta, birahi dan sepi)
+
Gerimis. Aku masih bersama alunan nada-nada klasik Eric Clapton - Old Love menyusuri jalan-jalan yang sepi. Malam perlahan merangkak menuju subuh. Seperti kenangan yang salah musim lampu-lampu jalan membias pada aspal yang basah dan mencipta beragam warna dalam dada. Rasa. Memasuki terminal yang mulai sepi terlihat satu dua pedagang mengemasi dagangannya. Sepertinya mereka bergegas untuk kembali kerumah dan melewatkan gerimis bersama keluarga.
+
Kau ingin bercinta denganku?" masih kuingat Telegrammu.
+
"Tidak, tanpa cinta" jawabku.
+
"Benar bahwa cinta bukan saja bersemayam pada kebijaksanaan melainkan juga di tempat-tempat yang gersang dan kumuh. Tapi bagaimana mungkin kita melihat wajah cinta ketika hati dipenuhi keinginan-keinginan. Prasangka. Keegoisan yang tersembunyi di balik kata-kata suci. Bagaimana mungkin kita bisa melihat cinta ketika tarian nafas yang terengah-engah memburu dan saling menaklukkan dalam lautan birahi. Kepuasan" lanjutku.
+
Langit masih gelap. Seperti embun sisa-sisa gerimis menggantung pada kaca-kaca jendela. Bersama dingin yang perlahan membeku kususuri kembali jalan-jalan yang sunyi. Kusadari bahwa seperti kehidupan yang selalu berjalan dalam algoritma nya sendiri, cinta sejati tak pernah BERHENTI. Sebab cinta bukan saja mampu melampaui setiap pengkhianatan tapi juga selalu menerima baik buruk, hitam putih dengan senyuman.
+
Ngadirojo  14 July 2020
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE