Rekayasa dan senja

Rekayasa dan senja
(Sekali lagi tentang rindu)
+
Aku melaju diantara pasal-pasal yang tak beraturan, multi makna hingga huruf-huruf pun terlihat berserakan. Distorsi. Negeri ini sarang penyamun hingga nyaris semua hal bisa jungkir balik menyembah keegoisan. Kepentingan. Seperti pemabuk yang merancau segala kesepakatan sosial terlihat ambigu. Absurd. Mulut-mulut pun kemudian berbusa di tv-tv, media sosial, gang-gang sempit, trotoar, dan jalan-jalan menyanyikan kidung keangkuhan. "Akulah raja rekayasa, tuhan".Sementara angin senja membawa dingin diantara bambu-bambu yang berderit. Dan nada-nada pun membumbung tinggi meng-awan sebelum akhirnya jatuh menyapu dinding-dinding hati. Hamparan rumput kecoklatan tiba-tiba mencipta aroma keterasingan. Rindu.
+
"Aku rindu ayah ibu" tulismu.
+
"Banyak hal terasa sangat istimewa justru ketika semuanya telah pergi. Tiada. Itulah mengapa peradaban melahirkan banyak literasi, musium-musium dan nisan-nisan atas kematian. Sejarah dan kenangan.' jawabku.
+
"Hanya saja kita seringkali terjebak dalam kenangan - kenangan itu dan waktu pun berhenti" lanjutku.
+
Langit mulai gelap, senja perlahan menghilang meninggalkan jingga di sudut hati. Burung-burung kembali ke sarang dan terlelap dalam indah buaian mimpi - mimpi masa depan. Sementara aku masih di sini bersama alunan Regina belle - "You make me feel brand new", Naff - "Kenanglah aku" menatap sisa - sisa semburat merah di ujung cakrawala. Di bawah pelukan waktu yang bisu menunggu bintang - bintang sekali lagi memahat kenangan.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE