Aku

Aku
(senja, cinta dan ketiadaan)
+
"Aku dipeluknya" Whatsapp-mu.
+
Andai saat ini aku menatap bola mata-mu mungkin akan kudapati cahaya itu. Binar yang selalu membuatmu tampak berbunga di sela keramaian kota yang semrawut. Kau wanita separo baya yang mampu mengingatkanku pada senja. Senja yang pernah mengajariku hal-hal konyol dan tak masuk akal. Rindu. Senja yang memberitahuku bahwa aku adalah pria naif yang tidak tahu bahwa wanita adalah kebohongan dengan seribu wajah. Bedak, lipstik dan seabrek asesoris kepalsuan yang tak kutahu namanya. Senja yang karenanya kata-kata asing darling, miss you, love you, say, kagen tiba-tiba menjadi deretan buku dan kamus dalam kepalaku. senja yang semakin tua dan akhirnya terlambat kusadari kepergiannya. Menghilang.
+
"Temui. Katakan padanya bahwa kau merindukan atau bahkan mencintainya. Lupakan bayang-bayang ketakutan yang mengerikan sebab cinta tak pernah menyakiti siapapun. Jika dia benar-benar mencintaimu, dia akan tahu bagaimana memperlakukanmu sebab cinta selalu tahu dimana tempatnya mesti berdiri. Ketahuilah cinta bahkan tak pernah berhasrat selain mewujudkan maknanya sendiri" jawabku.
+
Oktober segera berlalu sementara hujan telihat mengintip dari kejauhan. Bersama alunan "Mirage" - Kitaro kusadari bahwa akulah cinta hingga aku bisa mencintai siapapun, apapun, dimanapun dan kapanpun. Aku bahkan mampu memeluk luka dan besenggama dengan derita. Aku lebih dari mampu memanjat tebing seribu senyum bahagia. Akulah kesendirian yang pernah lupa oleh kelahiran. Akulah pengembara sekaligus jalan-jalan pendakian. Akulah ketiadaan, Keabadian.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE