Lembayung

Lembayung
(Rindu)
+
"Foto saja senja itu!" katamu.
+
Kau wanita setengah baya yang energik, lincah dan supel. Bagimu mungkin waktu tampak seperti kenangan, indah. Aku bahkan menangkap sisa-sisa kecantikan terselubung dibalik wajahmu yang oval. Rambut kau sanggul naik dan memperlihatkan jenjang leher putih yang tiba-tiba terlihat seperti mimpi. Tanpa sengaja. Bagiku kata cinta terlalu sulit diucapkan, tapi jika kita hidup dalam satu masa mungkin kata itu meluncur deras kepadamu. Atau setidak-tidaknya melahirkan badai di kedalamanmu. Hanya saja, sampai detik ini aku tidak yakin bahwa waktu bergerak maju. Terlalu sering kutemukan tubuh-tubuh menua di tikam usia, namun kita tetap saja membicarakan masa lalu. Dan waktu pun tiba-tiba berhenti justru ketika segalanya telah berubah. 
+
"Sepertinya kali ini aku terlambat, senja telah pergi" jawabku.
+
Sedetik kemudian senja pun memalingkanku. Sinarnya redup diantara daun - daun Jati yang meranggas dan tiba-tiba membuat sedikit kelu lidahku. Aku pun mulai menyusuri jejak-jejak rindu yang pernah kita pahat bersama dibawah guyuran hujan. Waktu dan gejolak mimpi-mimpi yang pernah kita arungi bersama warnamu. Lembayung.
+
"Kau bisa memperbaiki perasaan, manusia?" lanjutmu sembari melangkah
+
Aku terdiam. Bagaimana mungkin kita bisa mengganti perasaan ketika kita sendiri selalu berlari kembali pada kenangan. Pada kerinduan.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE