Luka

Luka
(manusia, kelahiran dan cinta)
+
"Om, aku tidak tahu lagi apa yang mesti kulakukan" Whatsappmu masih kuingat.
+
Belakangan kudengar nada-nada yang kau nyanyikan hambar penuh keputus-asaan. Sumbang. Amarah tanpa sadar kau pendam dalam diam. Sementara seperti ketidakpastian senyum diatas lipstik itu kutangkap begitu kecut. Rambut golden brow terurai panjang laksana musim yang terombang-ambing oleh keegoisan jaman. Hilang arah. Kau mencoba menaklukkan dirimu sendiri dari keterasingan. Kebekuan.
+
"Waktu tak bisa menyembuhkan beberapa luka. Sejarah. Tapi cinta selalu mampu menyeberangi lautan perbedaan-perbedaan, melintasi jauhnya jarak dan lamanya durasi waktu. Cinta adalah Satu-satunya hal yang mampu mengobati sedalam apapun kegetiran. Menjadi muara rindu tanpa sedikit pun metode dan cara" jawabku
+
"Jatuh cinta-lah, kunyah rasa sakit dan derita dalam prosesnya. Hingga kau pun akan mengerti bahwa karena rasa sakit, suka duka, derita bahagia, kemarahan dan dendam itulah kita disebut manusia. Kemudian kau pun tiba-tiba akan berhenti mempersoalkannya. Lihatlah, semua itu tidak ada yang istimewa sebab meski diam-diam nyaris setiap orang mengalaminya" lanjutku.
+
Matahari sepenggalah, hangat membias dari kaca-kaca jendela. Bersama alunan Christopher Cross - "Sailing",  Gregorian - "Once In A Lifetime", Lionel Richie - "Hello", Rockwell - "Knife", kusadari bahwa kelahiran adalah kesendirian yang darinya tercipta apa yang kita namai kerinduan. Sementara taqdir adalah algoritma dari kepastian yang kita ciptakan sendiri. Hingga sekalipun waktu diputar ulang, aku tidak akan berusaha mengubahnya.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE