Moral

Moral
(politik, agama dan gerimis)
+
"Benarkah agama adalah sumber moral?" tanyamu semalam dalam kantuk. Dalam gerimis.
+
Tanpa sengaja kita pun bertemu. Kau perempuan 21 tahun yang mencoba menghadang tirani keegoisan kolektif. Tradisi. Bagimu lahir sebagai perempuan seperti sebuah kesalahan, kecelakaan. Dan kau pun mulai bertarung mematahkan dogma yang membelenggu sayap-sayapmu. Pikiranmu. Sementara aku pria tua yang tersesat di masa lalu sembari sesekali memunguti jejak-jejak senja. Jjingga.
+
"Tidak. Banyak orang beragama justru akhirnya kehilangan moral. Hipokrit. Ketahuilah, aturan, hukum, negara bahkan agama lahir dari politik, Kontrak dan kesepakatan sosial. Lalu bagaimana mungkin akan melahirkan ketulusan?. Tanpa pamrih?" jawabku.
+
"Kita tidak butuh agama untuk bermoral. Bahkan moral tidak akan pernah bisa dibangun diatas agama sebab ia lahir dari kedalaman jiwa" lanjutku.
+
Aku berdiri menyingkap tirai jendela dan menjumpai matahari tersenyum malu dibalik mendung. Rumput-rumput dan semak belukar yang sengaja kubiarkan tumbuh liar berseri meski wajahnya coklat oleh kemarau. Gerimis semalam sepertinya bukan saja membuatku tidur lebih dini tapi seakan memberi harapan pada daun-daun, pada burung-burung yang bersiul mengepakkan sayap mencari makan. Bagiku, apapun yang natural selalu lebih indah dari rekayasa, manipulasi dan intrik. Sementara bersama alunan Dolly Parton - "You are" embun-embun tetap seperti masa lalu, menatap langit dalam diamnya yang bisu.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE