jejak-jejak hujan

Jejak-jejak hujan
(rindu)
+
Aku tidak tahu mengapa atmosfir hari ini seperti menyesakkan. Mendung tak jua mencipta gerimis hingga udara gerah dan daun-daun pun diam menunggu. Bisu. Seperti rindu, bagiku ia adalah gelombang kekhawatiran perasaan, kenangan. Catatan kelahiran ketika ekspektasi terhalang jauhnya jarak ruang dan waktu.
+
"3 siklus bumi" tulismu.
+
Dan aku pun menyadari seberapa banyak amukan gelombang pernah kulalui. Kutinggalkan semua asa di belantara masa lalu bahkan sebelum sempat lahir sebagai harapan. Jauh sebelumnya, aku bahkan telah mengerti bahwa semua gelombang kekacauan hanyalah tentang ilusi. Eksistensi semu dari apa yang kita sebut kelahiran. "Aku".
+
"Sebanyak itukah waktu yang pernah kita lalui bersama?" lanjutmu.
+
"Tidak penting seberapa banyak waktu yang telah dan atau akan kita jalani. Tapi apa yang telah kita pahatkan pada keberadaan ini hingga ketika senja menghampiri kita tidak lagi menyesali. Untuk apa menghabiskan waktu dan menunggu hal-hal yang tak pernah pasti kecuali hanya dalam angan. Sia-sia. Jalani saja apa yang benar-benar kau inginkan sekalipun seluruh dunia akan mengutukmu. Bebaskanlah dirimu dari belenggu rantai nilai-nilai yang tanpa sadar kau ciptakan sendiri." jawabku.
+
Dan hujan pun turun. Aku kembali menyusuri jejak-jejakmu yang mulai samar. Tanpa sengaja. Memunguti puing-puing waktu yang terukir bersamamu kemudian menghamburkannya pada kepulan asap cigarret. Sementara gemericik air berpadu dengan nada-nada "Mirage" - Kitaro menyadarkanku bahwa rindu telah berusia lebih tua dari kelahiranku sendiri.
+
Riacaya
Bersama menuju keabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE