Rindu

Rindu
(Demokrasi, pil KB, dan kesendirian)
+
Kemarau benar-benar berlalu dan hujan pun memenuhi sudut-sudut hati. Aku masih bercengkrama dengan kesendrian tatkala matahari perlahan tersenyum dari balik kaca jendela. Sementara di kejauhan terdengar nada-nada sumbang tentang politik, pilkada, dan harapan-harapan akan keadilan yang membentur kenyataan. Kekuasaan. Slogan-slogan surga memabokkan memenuhi jalan-jalan hingga gang-gang sempit dan ujung-ujung desa. Orang-orang yang sebelumnya tampak bijak tiba-tiba menyeringai dan culas dipelukan kepentingan. Menghalalkan segala cara. Kusadari pada akhirnya manusia akan selalu bertekuk lutut dibawah keserakahannya sendiri. Pun demokrasi hanyalah alat legalisasi bagi kekuasaan. Hingga siapapun yang terbuai hanya akan menjadi korban ketika hiruk-pikuk pesta demokrasi pra bayar ini usai.
+
"Aku memakai pil KB" Whatsappmu memohon,
+
Kau wanita mesum dan bodoh yang bahkan tak tahu cara mencintai. Bagaimana mungkin kita akan melewati malam dengan penuh gairah ketika kau dan aku tak pernah sevibrasi setidaknya dalam angan. Bagimu mencintai adalah keserakahan untuk memiliki. Menguasai. sementara aku justru menanggalkan hasrat dan keinginan hanya untuk menyadari bahwa perpisahan bukan tentang jauhnya jarak dan waktu tapi tipisnya kulit ingatan.
+
"Aku rindu" lanjutmu dan airmata pun mengalir dari sudut hatimu
+
"Benar bahwa rindu adalah makhluk yang baru setengah kumengerti. Tapi apa yang kita rindukan kecuali kegersangan kita sendiri. Kegagalan kita berdamai atas kepergian, kehilangan, dan meluapnya angan-angan yang memenuhi pantai khayalan. Ketauhilah terlalu banyak keinginan yang tersembunyi dan sering kita namai rindu hanya untuk mengelabuhi diri sendiri, sebab kita enggan mengakui keinginan. Keserakahan" jawabku.
+
Matahari menghangat. Bersama alunan Duran Duran - "Come Undone", Crush feat Punch - "Sleepless Night" kusadari bahwa semua aplikasi dan program selalu lahir dari kode binary. Pun keberadaan dan kelahiran selalu lahir dari apa yang kita namai ketiadaan yang sendiri. Keabadian. Hingga beberapa rindu hanya akan bisa kita nikmati ketika sendirian.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE