Kenangan
Kenangan (jarak, mimpi dan rindu) + Pagi. Udara mengkabut diatas daun daun laksana lautan kapas yang meng-angkasa dan melantunkan doa-doa. Perlahan wajah dan senyumnya menjalar di seluruh pori-pori tubuhku. Dingin. Aku berjalan tanpa alas kaki merasakan gesekan batu-batu, kerikil dan tanah yang menyentuh kaki-ku. Perih. Seperti hidup, kekecewaan, amarah dan rasa sakit yang seringkali kita hindari sesungguhnya adalah obat dari ketidakpedulian dan keserakahan, kematian nurani. Mereka adalah guru-guru yang tak pernah berhenti dan menyerah mengajarkan bagaimana cara kita mesti memperlakukan, menjalani dan menerima hidup. Kehidupan. Hingga kita menyadari bahwa pada saatnya tidak ada satu halpun di dunia ini yang istimewa kecuali ingatan kita sendiri sebab sesungguhnya kita adalah tumpukan ingatan. Kenangan yang terbeleggu arogansi waktu. + "Aku ingin berlama-lama denganmu" ucapmu semalam. + Kau 22 tahun, keras kepala dan sedikit arogan. Bagimu tidak ada yang bisa meng-intervensi h...


