Kenangan

Kenangan
(jarak, mimpi dan rindu)
+
Pagi. Udara mengkabut diatas daun daun laksana lautan kapas yang meng-angkasa dan melantunkan doa-doa. Perlahan wajah dan senyumnya menjalar di seluruh pori-pori tubuhku. Dingin. Aku berjalan tanpa alas kaki merasakan gesekan batu-batu, kerikil dan tanah yang menyentuh kaki-ku. Perih. Seperti hidup, kekecewaan, amarah dan rasa sakit yang seringkali kita hindari sesungguhnya adalah obat dari ketidakpedulian dan keserakahan, kematian nurani. Mereka adalah guru-guru yang tak pernah berhenti dan menyerah mengajarkan bagaimana cara kita mesti memperlakukan, menjalani dan menerima hidup. Kehidupan. Hingga kita menyadari bahwa pada saatnya tidak ada satu halpun di dunia ini yang istimewa kecuali ingatan kita sendiri sebab sesungguhnya kita adalah tumpukan ingatan. Kenangan yang terbeleggu arogansi waktu.
+
"Aku ingin berlama-lama denganmu" ucapmu semalam.
+
Kau 22 tahun, keras kepala dan sedikit arogan. Bagimu tidak ada yang bisa meng-intervensi hidup kecuali pikiranmu sendiri dan apa yang orang-orang namai takdir. Kau bahkan mulai meragukan eksistensi tuhan yang lahir dari dongeng buku-buku tua. Hingga kita bertemu dan kau pun mulai tak mengerti dirimu sendiri. Logika yang bertahun-tahun kau bangun terhenti di hadapan perasaan yang tak kau pahami. Rindu.
+
"Kadang beberapa hal akan terlihat lebih berarti justru ketika mereka telah pergi. Menjauh. Sepertinya kita perlu mengambil jarak pada semua hal agar segalanya lebih bisa kita petakan dan pahami. Sesekali. Benarkah apa yang kita rindui adalah hal yang benar-benar kita ingin-i. Break tiga hari" jawabku
"
"Tidak mau" manja-mu
+
Matahari masih saja berselimut kabut. Aku kembali menyusuri jalan-jalan dan menghirup aroma pagi yang dimasa lalu pernah kulupakan.  Mengeja sisa-sisa jejak waktu yang tertinggal. Bersama alunan "Hingga akhir waktu" - Nineball kusadari betapa seringnya kita lupa memperlakukan banyak hal semestinya hanya karena merindukan sesuatu di kejauhan, harapan masa depan dan surga. Dan ketika sadar waktu telah berganti,  tubuh-tubuh pun telah renta di pelukan usia. Sementara mimpi-mimpi tak jua terhenti.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE