Hubungan
Hubungan
(hujan, luka dan cinta)
+
Hujan mengguyur kotaku. Seperti kesendirian malam terlihat rapuh dan tersenyum parau. Asing. Aku kembali menapaki jalan-jalan yang pernah kulalui dan sekali lagi mengenyam sisa-sisa rasa yang ditinggalkannya. Membiarkan wajah-wajah datang dan pergi hingga akhirnya kusadari saatnya menghentikan waktu. Membungkus ingatan dan melemparkan ke dunia abstrak yang hanya bisa kukunjungi sendiri. Sesekali.
+
"Untuk waktu yang cukup lama aku terluka, dia meninggalkanku" suaramu
+
"Kebersamaan tidak bisa dibangun seorang diri. Keduanya mesti se-vibrasi. Saling bergandengan tangan dan bersama-sama menghadapi panasnya matahari dan dinginnya malam. Berdua mengarungi ombak samudra hati. Ketika dia tersesat kau mesti menjadi cahaya bagi kegelapan pikirannya. Ketika dia terjatuh dan dangkal kau mesti mengulurkan tangan dan memberi tulus senyuman. Pun sebaliknya, ketika kau marah dan terluka ijinkan dia memeluk dan berbagi kesedihanmu. Ketahuilah, pohon jati tidak bisa tumbuh dan berkembang dibawah bayang-bayang pohon yang lain. Sekali saja kau berusaha saling mendahului dan menguasai maka hubungan pun berakhir" jawabku.
+
"Dia yang mencintaimu akan selalu tahu bagaimana caranya tetap tinggal dan menghadapimu" lanjutku.
+
Gerimis masih saja menyelimuti malam. Tetes-tetes air laksana lagu yang bisu jatuh di dedaunan. Aku pun perlahan meraba jantung sendiri. Bersama alunan "January (February) yang biru" - Andi meriem mattalatta, "Kiranya" - Protonema kusadari bahwa satu-satunya cara terakhir mencintai adalah melepaskan siapapun yang ingin pergi. Sepenuhnya.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian


