Pernikahan
Pernikahan
(pelarian, vibrasi dan cinta)
+
"Apa itu pernikahan?" tanyamu
+
Entah berapa kali kudengar pertanyaan itu. Aku bahkan nyaris lupa berapa siklus waktu telah kujalani sejak kuputuskan berhenti dan bernaung dibawah pelukan pernikahan. Sementara suara gerimis pada daun-daun mulai menghilang satu-satu. Aku menyusuri bayanganmu yang lahir dari alunan nada-nada Angela Zhang - "I started a joke". Mencandra jauhnya jarak yang mesti kusebrangi ketika kau tiba-tiba menjelma menjadi harapan. Mimpi-mimpi.
+
"Banyak pernikahan hanyalah transaksi dan tidak lebih dari persoalan untung-rugi. Placebo bagi liarnya keinginan-keinginan dan keserakahan. Seperti sex, pernikahan hanyalah wujud ketakutan abadi dari kesendirian. Kepunahan. Egoisme yang bersembunyi dibalik kata-kata pengabdian dan cinta. Pelarian." jawabku.
+
"Hanya saja, ada satu pernikahan dimana dia akan menyatukan dua jiwa dalam satu vibrasi. Dia bukan saja mampu melampaui jauhnya jarak dan waktu serta usia, tapi bahkan mampu hidup tanpa penyatuan tubuh-tubuh dan kesetiaan. Dia adalah pernikahan dan ritual purba yang lahir bersama semesta. Cinta." lanjutku.
+
"Good night." lanjutmu.
+
Malam semakin larut dan mem-pagi. Untuk sekian kalinya kita terjebak dalam rasa tanpa sengaja. Bersama nada-nada terakhir Iwan Fals - "Mata hati" kusadari bahwa cinta pada akhirnya bukan tentang belenggu benar-salah apalagi baik-buruk melainkan tentang kebebasan. Pelepasan.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.


