Senyum

Senyum
(pudar, derita dan senja)
+
"Aku ingin melukis senja" katamu lewat sebuah lagu.
+
Adalah pertama kali kulihat senyummu. Entah berapa purnama sudah mendung menggantung diwajahmu. Aku bahkan melihat gerimis yang turun diantara lagu-lagu klasik tak mampu membangunkanmu. Kau terdiam, hatimu seakan beku oleh kesunyian dan luka. Hampa. Bagimu mungkin hidup adalah ketidakadilan dan pemerkosaan atas nama takdir. Kau kehilangan arah dan harapan sebelum bunga-bunga mekar menjadi kenyataan. Pudar. Tergilas keegoisan dan ketamakan yang pernah kau kira cinta.
+
"Kita bisa menikmati senja yang sama meski dari tempat dan usia yang berbeda. Mengarungi samudra rindu ketika malam-malam terasa sunyi. Berdua." jawabku.
+
"Ketahuilah. Hanya luka dan derita yang akan mampu membuat kita semakin dewasa dalam memahami bahagia. Bagaimana mungkin kita bisa melihat kenyataan apa adanya ketika jembatan ketakutan-ketakutan tak juga kita sebrangi. Terlampaui. Bagaimana mungkin akan mengerti kesejatian ketika kita masih tergagap mengenali setiap kepalsuan dibalik kata-kata suci" lanjutku.
+
Gerimis masih menetes pada kaca-kaca jendela. Malam kembali menyanyikan lagu-lagu keabadian bersama kesunyian. Aku melukis senja pada serpihan-serpihan ingatan yang tersisa dan mendalami jingga meski dari kejauhan. Sementara alunan "Viva Forever" - Spice girl yang mengalun dari Acer jadulku menyadarkanku untuk sekian kalinya bahwa hanya dengan mengerti kegelapan kita akan bisa melihat cahaya. Terang.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE