Tarian purba

Tarian purba
(Rindu, kesendirian dan usia)
+
"Sepertinya aku rindu" tulismu
+
Aku masih mengembara diantara barisan huruf-huruf tua. Cinta. Sementara matahari pagi bersinar cerah dan burung-burung pun bernyanyi menyambut pagi. Harapan bagi mimipi-mimpi kelahiran dimana dunia kian renta ditelan usia. Gaduh.Kebersamaan terlihat rapuh dibalik maraknya transaksi untung-rugi. Apa yang kita sebut kebaikan mulai menipis tergerus intrik-intrik politik dan kepentingan, Rindu bahkan hanya menyisakan kata-kata yang dangkal diatas sebongkah batu cadas. Egois.
+
"Apa yang kita rindui selain bayangan keegoisan diri sendiri?. Betapa sering kita mengatakan merindukan seseorang namun sesungguhnya hanyalah wujud dari kesunyian. Kehampaan yang terselip jauh di kedalaman ketika kita gagal berdamai dengan kenyataan. Realitas. Ketahuilah, seperti cinta dimusim penghujan rindu sejati adalah panggilan jiwa. Dia bukan saja mampu menyatukan tubuh-tubuh dalam tarian sakral purba tapi mencipta keindahan sekalipun dalam kesendirian. Sebab dia adalah gairah abadi dari hidup itu sendiri." jawabku
+
Matahari terus merangkak diatas kaca jendela. Aku memunguti satu persatu rasa yang tercipta tanpa sengaja. Bersama alunan "Melukis senja" - Budi Doremi kusadari bahwa kedewasaan tidak ditentukan oleh banyaknya usia tapi kesadaran yang lahir jauh sebelum kita menatap dunia.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE