The secret
The secret
(melukis senja)
+
"Aku tlah menemukan lagu untuk kita, Melukis Senja" katamu.
+
Dan malam pun semakin larut, gerimis masih menetes di kaca-kaca jendela. Satu jam lebih kudengar suaramu diantara barisan kode-kode binary Whatsapp. Inovasi tehnologi yang pada saatnya mungkin akan men-disrupsi telephon seluler. Ya. Manusia dan pikirannya bukan saja mampu mencipta konsep dan ilusi tapi juga membangun peradaban dari mimpi-mimpinya, dari imajinasinya. Sebab realitas sendiri memang lahir dari pikiran hingga apapun yang selalu kita pikirkan akan menjadi kenyataan. Hingga sesungguhnya apa yang kita sebut kesedihan, penderitaan dan kebahagiaan adalah ciptaan kita sendiri. The secret.
+
"Aku tidak tahu hatiku" lanjutmu.
+
Aku pun menyusuri alunan nada-nada Budi Doremi - "Melukis senja", men-download dan me-replay-nya berulang kali. Menyadari bahwa ratusan putaran bumi telah kita arungi bersama. Kita seringkali memandang bintang dan rembulan yang sama meski dari kejauhan. Dan menikmati fajar yang hangat dalam seulas senyuman. Menitipkan rindu pada gerimis hingga sama-sama terlelap dalam pelukan malam.
+
"Kematian akan selalu melahirkan hal-hal baru, keajaiban. Pun kematian hatimu, pada saatnya kau akan menemukan dimana dirimu mesti berdiri menghadapi matahari. Ketahuilah kesedihan, kemarahan, dan rasa sakit itu akan membawamu memahami banyak hal. Memahami dirimu sendiri. Sebab hanya dengan menyeberangi jembatan penderitaan kita akan mampu melihat kebahagiaan. Tidak ada jalan lain. Bagaimana mungkin kau bisa melihat seberkas cahaya tanpa mengenali kegelapan?" jawabku.
+
RaCaya
Bersama menuju keabadian


