Bayangan
Bayangan
(jarak, malam dan rindu)
+
"Rindu" katamu
+
03:00. Bersama alunan "The Clouds" - Kitaro aku masih mengeja huruf-huruf yang kau tulis untukku. Menyelam seberapa dalam kau merasakan dan memaknai rindu. Mencandra jauhnya jarak yang tersisa bagi kesadaran kita untuk saling mengerti meski tanpa kata-kata. Apa mungkin kita telah benar-benar satu bahkan sebelum kelahiran. Atau perbedaan adalah tanda dari keberadaan kehidupan itu sendiri. Rindu adalah sesuatu yang selalu terlambat kumengerti, namun bersamamu sekali lagi akan kuarungi lembah-lembahnya yang sunyi sampai malam tak lagi melahirkan harapan. Terdiam. Aku tidak tahu apakah kau adalah bunga yang akan memberi pelangi pada sisa-sisa kelahiranku. Atau kau adalah wujud dari bayanganku sendiri ketika keegoisan masih menguasaiku. Di masa lalu.
+
"Jadilah dirimu sendiri. Lupakan aturan-aturan konyol yang lahir dari kitab-kitab tua. Katakan saja rindu jika malam-malam terasa panjang dan kau pun membutuhkanku untuk membunuh sepi. Atau marah saja jika hidup terasa mencekik kebebasanmu sebab lagu-lagu usang yang dinyanyikan kebodohan banyak orang memekakkan telingamu. Berlari dan menangislah dalam dekapanku ketika lelah telah benar-benar membuat bosan dan mengalahkanmu. Mungkin aku tidak akan pernah bisa mendamaikan hatimu tapi setidaknya kau bisa melihat wajahmu sendiri dalam bayanganku. Sebab meski masih terlalu sulit untuk kau pahami ketahuilah sesungguhnya di titik tertentu kau adalah aku " jawabku
+
Malam terus merangkak mempagi. Alunan Lionel Richie - "Stuck On You", Lisa Stansfield - "In All The Right Place" mengalun dari Acer jadulku. Kusadari bahwa tidak semua hal butuh alasan dan jawaban logis. Kadang beberapa hal hanya perlu dibiarkan menemukan muaranya sendiri. Pun rindu.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian


