Bias
Bias
(Kau, senja dan hujan)
+
Hujan. Bagiku hujan bukan hanya senja tapi adalah kau. Kenangan dimana kita berlari dan bercanda di bawah guyuran rindu, bersama. Tapi kini hujan hanya menyisakan tetes-tetes sepi pada kaca jendela, hati. Pada rumput-rumput yang diam membeku dibawah dingin. Dan waktu pun dengan angkuh telah menelan dan memenjarakanmu dalam birunya kenangan. Ingatan.
+
"I miss you" kudengar suara yang sama.
+
Seratus bahkan 1000 kali kupastikan bahwa itu suaramu, bahwa itu wajah dan senyummu. Bahwa itu manja, keras kepala dan ke-ngawur-anmu tapi yang kutemukan hanyalah keraguan. Ketidakpastian. Perlahan bayanganmu mulai samar mengkabut bersama gerimis. Nada-nada yang pernah kita nyanyikan satu persatu mulai terdengar sumbang. Pudar. Aku pun mulai meragukan diriku sendiri bahwa senja kali ini mungkin tak lagi sama. Not you.
+
"Terlalu banyak rindu yang lahir dari reinkarnasi kegetiran masa lalu. Kegagalan menerima dan berdamai dengan kenyataan meski kita sangat menyakininya. Pelarian. Kembalilah padanya dan selesaikan apa yang telah kalian mulai. Biarkan kekecewaan dan kemarahan menemukan muaranya hingga kau mengerti bahwa kegelapan dan cahaya itu tidak bersemayam pada objek-objek empiris diluar dirimu tapi bertahta di kedalamanmu sendiri. Saat itulah kau akan mengerti bahwa hujan dan gerimis ini adalah aku." jawabku.
+
Hujan masih mengguyur sudut-sudut hatiku. Bersama alunan Regina Belle - "You Make Me Feel Brand New" kusadari bahwa cinta yang sering kukagumi dimasa lalu adalah bayangan keegoisanku sendiri. Bias.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.


