Kedamaian
Kedamaian
(keegoisan, pertanyaan dan pengkianatan)
+
Gerimis. Aku mengeja huruf-huruf yang tersisa dari amarahmu yang membakar. Memahami bahwa manusia seringkali tertunduk menyembah ketidaktahuannya sendiri. Keegoisan. Kita terlalu tamak menanyakan hal-hal yang bahkan telah jelas hanya karena ingin mendengar apa yang ingin kita dengar. Hingga kita pun akhirnya hanya berputar-putar di tempat yang sama. Bertahun-tahun.
+
"Apa yang sesungguhnya terjadi?" tanyamu.
+
""Diam, tanyakan pada sisi terdalammu. Semua jawaban dari setiap persoalan dan pertanyaanmu ada di sana. Setelah itu kau hanya perlu menerima semua kenyataan itu sebagai wujud kepasrahan pada keabadian. Apapun itu. Padamkan api dalam sekam yang menghimpit dadamu. Lepaskan." jawabku
+
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya apapun yang kita namakan pengkhianatan hanyalah wujud dari cinta yang gagal menemukan wajahnya sendiri. S'moga kau mengerti dan suatu saat dapat memahami cinta. Dan meski sendirian kau akan memahami hidup ini. Case closed" lanjutku
+
Sementara hujan mengguyur langit kotaku. Bersama alunan "Kau selalu di hatiku" Yuni shara kusadari bahwa kedamaian sejati adalah ketika bebek bahagia menjadi bebek dan ayam bahagia menjadi ayam. Tak ada lagi kata-kata yang kita sebut sebagai "pilihan".
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian


