Gila
Gila
(Aturan, kebebasan dan pelarian)
+
Matahari sepenggalah. Aku mengeja namamu diantara jalan-jalan yang berliku, diantara garis-garis cahaya yang terik menghangat, diantara roda-roda yang berputar laksana siklus takdir kehidupan. Ber-ulang. Sekali lagi memaknai hari-hari yang terlalu dini kita lewati. Bagaimana pun tidak logis ketika kita lahir pada masa dan dekade yang jauh berbeda tapi bertemu pada muara yang sama. Cinta. Ribuan kali kupastikan lembaran-lembaran jawaban dan berharap pertanyaan pun terhenti tapi yang kutemukan hanyalah ketidakpastian. No answer. Aku bahkan mulai mempertanyakan apakah rindu benar-benar mampu terbang diantara jauhnya jarak dan lamanya waktu. Atau, semua hanyalah arogansi dan persepsi yang lahir dari kedangkalan pikiran sendiri. Ilusi. Benarkah apa yang kita sebut sebagai realitas selalu bersifat empiris, indera?. No. Aku menemukan bahwa rasa sesungguhnya lebih dalam dari ombak dan gelombang. Seperti mimpi, meski ia diam dibawah permukaan namun seringkali menghanyutkan dan menyeret kita ke dasar samudra. Kedalaman hati.
+
"Kita adalah orang-orang gila" katamu
+
"Yes. Kita melihat, merasakan dan memahami hal-hal yang tidak mereka mengerti kecuali sedikit. Kita bahkan terlihat konyol sebab secara sukarela menabrak batasan-batasan palsu yang mereka ciptakan atas nama kepantasan, aturan adat dan agama. Meski begitu bukan berarti kita hanya layak untuk hidup di hutan. Sebab kebebasan sesungguhnya adalah ketika kita mampu hidup di kerumunan beo dan bebek tapi tidak untuk menjadi keduanya." jawabku
+
"Lihatlah, bukankah para pertapa yang bersembunyi di puncak-puncak gunung, para pastur yang berlindung di menara-menara gereja dan para sufi yang mendiami kubah-kubah masjid hanyalah pelarian? Mereka menyembah ketakutannya sendiri tanpa disadari." lanjutku
+
Langit cerah, udara menyusup dari balik kaca jendela yang setengah terbuka. Sementara roda terus melaju menuruni jalan-jalan yang berliku. Bersama alunan Isley Brothers - "At Your Best" (You Are Love) kusadari bahwa hanya mereka yang benar-benar se-vibrasi yang pada akhirnya otomatis akan saling mengerti meski tanpa sebaris pun kata-kata.
+
Manyaran.March, 12 2021
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.


