Logic vs iman

Logic vs iman
(Tolol)
+
Senja terbungkus mendung. Seperti ekspektasi yang tak menemukan muara kemudian mencari-cari titik keseimbangan demi mempertahankan kewarasannya sendiri. Sepi. Bersama  alunan "Kau cantik hari ini" -  Lobow sekali lagi kususuri jalan-jalan yang di masa lalu pernah kulalui. Menyadari bahwa apapun yang kita rindu-i sesungguhnya adalah bayangan kita sendiri. Wajah yang gagal kita kenali dan mengerti.
+
"Mengapa tuhan tidak ada?" kejarmu.
+
Aku tersenyum. Bagiku argument se-logic apapun tidak akan pernah bisa dipahami pikiran yang terbelenggu oleh kata sakral iman. Sebab iman sama dengan (=) percaya, dan siapapun yang percaya tidak pernah butuh logika. Sedikitpun. Ia hanya percaya. Buta. Apakah ketika kita tahu keberadaan sebuah gelas masih membutuhkan kepercayaan dan iman kepada gelas?. Tidak. Seperti api dan air sesungguhnya logika dan iman tidak akan pernah bisa bersatu. Mereka justru akan saling menegasikan satu sama lain. Selamanya.
+
"Sebab tuhan lahir dari persepsi dan pikiran manusia. Jawaban semu atas kegagalan manusia dalam menterjemahkan diri, orang lain dan semesta." jawabku
+
"Apapun alasannya kaum beriman yang bicara tentang logika sesungguhnya hanyalah kesesatan yang tolol dan tidak lucu. Adalah pemaksaan dan cocokologi terselubung untuk menghibur dirinya sendiri dari kerapuhan dan ketidaktahuan. Sebab egoisme" lanjutku.
+
Hari berganti, malam mulai merangkak menebar aroma kesunyian. Di bawah bayangan hangat pelukmu kusadari bahwa sesungguhnya aku adalah kau, mereka adalah kita. Dan tidak ada tuhan, yang ada AKU. Hingga semua yang kita sebut sebagai keberadaan secara empiris  adalah semu. Palsu.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE