Miras

MIRAS
(agama, kegoblokan dan rindu)
+
"Aku rindu" tulismu.
+
Sementara negeriku masih saja bising oleh hiruk-pikuk soal halal-haram MIRAS. Para pedagang tuhan berhamburan mengumandangkan nada-nada penghakiman. Haram. Aku tidak tahu mesti tersenyum atau membiarkan ke-konyol-an badut-badut negri yang kian hari kian terlihat tidak lucu. Bagaimana mungkin negara dan hukum bisa diintimidasi bahkan disabotase kebodohan atas nama agama?. Negri ini bukan saja selalu gagal menentukan nasibnya sendiri tapi gagal faham bahwa halal haram tidak pernah disabdakan oleh tuhan tapi oleh ucapan manusia. Politik. Sebab agama tidak pernah lahir kecuali dari tradisi, adat istiadat dan peradaban. Pikiran.
+
"Diamlah, sadari bahwa sesungguhnya kita telah satu bahkan jauh sebelum tercipta" jawabku
+
Matahari menggantung diatas kepala. Aku terus melaju menerobos teriknya, mendaki bukit demi bukit, persawahan dan pemukiman. Menabur mimpi-mimpi diantara semilir angin, semak-semak dan bebatuan yang terjal. Mencandra seberapa lama waktu tersisa sebelum akhirnya rindu benar-benar bermuara. Bersama alunan "Love will find you" - Rob Alexander kusadari bahwa kebodohan bukan saja beban peradaban tapi nyaris tanpa batas. Dan hanya orang-orang tolol yang mengira bahwa mabuk viski, vodka, bir, arak dan ciu lebih berbahaya daripada mabuk dogma agama.
+
Wuryantoro, March 03 2021
+
RiaCaya
Bersama menuju kabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE