Sampah
Sampah
(filsafat, cinta dan rembulan)
+
"Mengeja rindu dibawah bulan purnama, bersamamu" tulismu
+
Dan kita pun berpelukan dibawah cahaya bulan yang sama. Redup. Mendung menggantung diantara sunyi yang tiba-tiba menghampiri hingga rindu perlahan melahirkan ribuan warna. Di hati.
+
"Sesungguhnya cinta adalah nir-rasa. Hingga cinta bukan saja menyeberangi batas amarah, luka dan dendam tapi selalu mampu melampaui penderitaan dan kebahagiaan. Hanya saja sebab kebodohan kita terlalu sering mengira bahwa cinta adalah harapan. Itu tersesat"jawabku.
+
"Ketahulah, filsafat bahkan tuhan akan mati tapi bukan di hadapan sains melainkan cinta." lanjutku.
+
Malam tenggelam dalam kesendiriannya. Bersama alunan "Wuyung" - Manthous ku-eja satu dua bintang jauh diatas mendung. Kusadari bahwa pada akhirnya hanya yang tak terdefinisi adalah puncak dari segala perjalanan dan pencarian. Maka ribuan buku-buku tua dan dogma agama yang mengendap dalam pikiran hanyalah sampah kebodohan. Lepaskan.
+
Dibawah pelukan rembulan, march, 29 2021
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.


