Satu
Satu
(Zombie)
+
Langit cerah. Rumput - rumput menghijau sementara matahari mulai menghangat di ufuk timur hingga sisa-sisa kabut pun perlahan menghilang. Orang-orang sibuk membersihkan makam saudara kerabat dan orang tua mereka. Aku bersimpuh di depan pusara warna hitam dan menyalakan sebatang cigarrete tanpa kata-kata. Membiarkan asap meng-angkasa menyatu dengan kesunyian. Bisu. Di sinilah setengah dekade yang lalu jasadmu bersemayam dalam diam. Beku. Bagiku kematian bukanlah ketika tubuh-tubuh telah menua dan rapuh tapi ketika jiwa-jiwa kita telah kehilangan dirinya sebab keegoisan. Eksistensi semu. Betapa seringnya kita merasa hidup padahal sesungguhnya kita hanyalah seonggok robot biologis yang selalu tertunduk menyembah kemarahan dan kesakitan sendiri. Zombie.
+
"Aku selalu takut jika om tiba-tiba pergi dengan cara yang tidak bisa aku bayangkan sebelumnya" katamu semalam.
+
"Bagaimana aku bisa pergi ketika aku tidak pernah datang sebab sesungguhnya kita telah satu bahkan sejak jauh sebelum kelahiran?" jawabku dan malam itu pun tiba-tiba dipehuni bintang gemintang.
+
Matahari naik sepenggalah. Satu persatu orang-orang pergi meninggalkan sisa-sisa kenangan. Ingatan. Aku mengeja asap terakhir ciggaret yang semakin tipis di kejauhan. Bersama langkah kaki pertama kusadari bahwa pada akhirnya semua akan menemukan muaranya sendiri. Sementara cinta akan selalu menemukan jalannya sendiri tanpa butuh satu pun alasan.
+
March, 22 2021
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.


