Se-jiwa
Se-jiwa
(waktu, ilusi dan rindu)
+
"Sekarang aku gemuk" Whatsappmu.
+
Entah berapa siklus kita tidak bertemu, belasan tahun. Kau gadis kecil yang kerempeng kelas 2 SD sedang aku kelas 2 SMA kala itu. Wajahmu oval dan terlihat cantik dimataku yang rapuh menghadapi cacian dunia. Masih jelas tersimpan dalam kepingan ingatanku kau sering merengek menahanku pulang sekolah. Menangis. Bagimu mungkin Pekerjaan Rumah dari sekolah adalah monster yang menakutkan. Dan kita pun satu jam bergelut dengan hitungan matematika yang sepertinya lebih bisa kau pahami dariku daripada penjelelasan gurumu. Sepertinya guru - guru negri ini mengira bahwa pekerjaan rumah yang seabrek akan melahirkan kecerdasan padahal mereka justru telah merampas waktu yang berharga bagi anak-anak untuk menikmati hidupnya. Bermain bebas ketika pikiran belum terpasung harapan-harapan tentang masa depan dan hal-hal absurd tentang standar moral dan agama. Waktu berlalu dan perlahan aku pun menikmati rengekanmu, tangisan manjamu ketika menahan tanganku. Kemudian kita pun berteman mesti usia terpaut jauh berbeda, tanpa sengaja. Sekali lagi dalam belantara hitung - hitungan matematika yang rumit bagimu.
+
"Sepertinya waktu adalah pemain drama yang handal. Ilusi. Dia bukan saja membuat yang kurus menjadi gemuk, tapi mampu merubah yang suka dipenuhi api kebencian. Kesenangan tiba-tiba menjadi kesusahan untuk satu hal-hal yang sulit kita lepaskan. Dan bahagia menjadi derita sebab kita terlalu erat menggenggam sesuatu." jawabku
+
"Kita bertemu siang atau sore" lanjutmu.
+
Hujan masih mengguyur malam kotaku. Aku kembali mengeja sisa-sisa mimpi yang terselip disudut ingatan. Bersama alunan "Hold on my heart" - Phil Collins kusadari bahwa seberapa pun banyak waktu yang telah kita lalui bersama bukan berarti kita pernah benar-benar se-jiwa. Sebab hanya mereka yang pernah menderita yang akan mengerti arti bahagia. Hanya mereka yang pernah kehilangan yang akan mampu merasakan dan memaknai rindu, sepenuhnya. Sementara cinta hanya akan dimengerti oleh cinta.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian


