Agama
Agama
(fanatisme, kegagalan dan rembulan)
+
"Kafir" tulismu berapi-api
+
Aku masih bergelut dengan bad signal ketika suara di seberang tiba-tiba menghilang. Sementara alunan lembut "You needed me" - Anne Murray menyadarkanku bahwa agama tanpa kebijaksanaan bukan saja melahirkan perang tapi adalah beban peradaban. Terbunuhnya pertumbuhan dan inovasi kemajuan dari panggung sandiwara bernama dunia. 70 tahun lebih kita meng-klaim kemerdekaan tapi kita tidak pernah benar-benar selesai dengan diri sendiri. Lihatlah, betapa seringnya kita baku hantam sebab persoalan klasik turun-temurun. Kebodohan, korupsi, fanatisme agama, bahkan ilusi surga neraka. Perbedaan.
+
"Perbedaan di dunia empiris adalah keniscayaan agar kita mampu melihat pola-pola abstrak dan menemukan jawaban dari banyak pertanyaan. Persoalan. Bagaimana mungkin kita dapat mengenali realitas dan keindahan dunia ketika semua hal terlihat satu warna. Satu agama. Bukankah pelacur. pencuri dan pengkhianatan adalah jalan-jalan bagi kita untuk memahami dalamnya penderitaan dan luasnya kebahagiaan?" jawabku
+
Rembulan tersenyum dari balik mendung. Aku masih mengeja sisa-sia rindu diantara nada-nada yang kian samar. Kusadari bahwa pemerataan dan keadilan hanyalah ilusi sapiens (baca: manusia) sejak ribuan waktu. Hanya saja abad 21 tanpa koneksi internet dan terbatasnya akses jalan-jalan terjal di pedalaman adalah simbul Keegoisan kota. Kegagalan.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian


