Ekspektasi
Ekspektasi
(Kedamaian, rasa sakit dan cinta)
+
"Seperti yang lain dia akhirnya meningalkanku" katamu.
+
Aku masih menyusuri jalan-jalan kota ini. Matahari hangat menerpa kulit dan wajahku. Bunga-bunga merekah dipinggir jalan pada daun-daun yang hijau. Beberapa petugas kebersihan meng-orange di sudut-sudut kota hingga taman-taman dan gang-gang kecil terlihat bersih. Rapi. Satu profesi yang sering terlupakan sebab keegoisan. Kedangkalan pikiran. Sementara awan putih menggantung dia atas kota terbesar ke-2 di Jawa Timur dan ke-24 di negri ini. Malang.
+
"Berhentilah mencari dan mulailah mendamaikan dirimu sendiri, Sebab apapun yang di luar dirimu tidak akan pernah bisa mendamaikanmu. Hatimu. Ketahuilah tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa membuat orang lain bahagia" jawabku
+
"Kecewa, amarah dan rasa sakit itu lahir dari ekspektasimu sendiri yang membentur kenyataan. Kegagalan" lanjutku
+
Matahari mulai terik. Bersama angin yang menerobos dari kaca-kaca jendela dan lagu-lagu tua Scorpion, White LIon, Gun N Roses kutinggalkan kota ini. Sementara rindu perlahan melahirkan seraut wajah, diam-diam. Kusadari bahwa sesungguhnya cinta tak pernah butuh janji-janji apalagi ekspektasi. Hanya mencintai.
+
Malang JaTim, 1 Ramadhan 2021
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian


