Permintaan maaf
Permintaan maaf
(Kebebasan, tanggung jawab dan waktu)
+
"Kenapa dia tidak seharusnya minta maaf?" tanyamu
+
"Beberapa permintaan maaf hanyalah pelarian dari tanggung jawab atas konsekuensi logis sebuah pilihan. Keegoisan. Bagaimana mungkin kita bisa meminta maaf setelah dengan sengaja menabur segenggam luka hanya demi penyangkalan dari rasa bersalah dan kedamaian semu diri sendiri?. Dangkal" jawabku.
+
Dan kita pun terdiam. Dingin tiba-tiba menerobos dari balik tirai-tirai kaca jendela hati. Sunyi. Perlahan kupunguti jejak-jejak bayangan wajahmu meski dari kejauhan, rasa yang tertinggal dari dalamnya tatapan mata dan teduhnya senyummu. Hangatnya bibir dan damainya samudra pelukan yang kau tawarkan.
+
"Ketahuilah. Hidup adalah kebebasan tapi kita tidak pernah bisa bebas dari konsekuensi kebebasan itu sendiri. Setiap orang mesti bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya sebagai ketetapan permanent hukum sebab akibat. Law of nature" lanjutku
+
Malam semakin larut. Jiwa-jiwa menyatu dengan kesunyian dan dinginnya sisa-sisa hujan. Bersama alunan Boyz II Men - "End Of The Road" kusadari bahwa memilih hanyalah dilakukan oleh orang-orang bingung sebab cinta selalu tahu jalannya sendiri. Kapanpun. Hingga sekalipun waktu diputar ulang aku pun tak akan pernah berusaha untuk merubah apapun.
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian.


