OS

OS
(Windows, Linux dan ingatan)
+
"Bertahun dalam dendam rindu" alunan nada - nada "Walau sekejab", almarhum Arie Wibowo yang dirilis tahun 80-an cukup mengurangi terik yang menyengat di kota ini. Karanganyar. Jalanan cukup ramai meski beberapa negara melakukan lockdown antar kota sebab Corona masih menjadi berita utama yang setengah dipaksakan media-media. Ekonomi ambruk, beberapa perusahaan bukan hanya mengurangi tenaga kerja tapi gulung tikar. Interaksi sosial mulai bergeser kearah digital. Zoom, Whatsapp, Facebook, tokopedia dan beberapa aplikasi perlahan tumbuh menjadi pengganti perjumpaan. Chatting, Videocall, seminar bahkan sex mulai dilakukan orang - orang secara daring. Online. Seperti prediksi Yuval Noah Harari dalam karyanya yang berjudul "Homo Deus" bahwa pada akhirnya peradaban akan didominasi oleh tehnologi dan AI (kecerdasan buatan). Sementara kulihat negriku masih sibuk baku hantam soal agama dan tuhan. Bahlul. Sengaja memelihara kebodohan.
+
"Apa itu windows, linux" tanyamu
+
100 hari lebih sejak kita pertama berciuman. Bagiku kau wanita cerdas yang hidup di tempat dan habitat yang keliru. Meski pikiranmu setengah liberal dan mulai menyangsikan agama maupun tuhan kau cukup terlambat mengenali dunia luar, Keserakahan, kemunafikan dan akal bulus manusia. Keegoisan.
+
"Jendela menuju dunia baru" jawabku.
+
"Sebuah OS (Operating System) yang dibangun sapiens untuk menjalankan mesin bernama komputer. Ketahuilah, Windows dan linux hanyalah cikal bakal peradaban baru sejak manusia menemukan kode Binary. Pada saatnya windows dan linux pun akan punah tergantikan generasi berikutnya yang lebih cerdas, AI. Di masa depan OS tidak lagi diinstall pada perangkat keras (Hardware), tapi di load langsung pada cloud. Sebuah System yang dibangun pada server dan mampu menulis dan merancang kode - kode program sendiri untuk tumbuh dan berkembang. Hidup. Aku bahkan membayangkan bahwa pada saatnya pikiran yang kita sebut jiwa akan bisa diupload ke server. Abadi" lanjutku.
+
Udara menerobos dari kaca jendela. Beberapa gumpalan awan putih menggantung diantara birunya angkasa. Satu jam perjalanan lebih kutinggalkan kota ini. Kusadari bahwa kebodohan bukan saja akan menjadi beban peradaban tapi pada akhirnya akan terpinggirkan dari peradaban. Punah. Sementara ingatan akan selalu berjuang mempertahankan eksistensinya dari generasi ke generasi. Selfish.
+
Mojogedang Karanganyar. June, 7 2021
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian

POPULER

Tuhan

Konsekuensi

Peradaban

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE