Waktu
Waktu
(Usia, senja dan keberanian)
+
"I can't say anything, hampa" Katamu
+
"I see. Tidak mudah mengembalikan hati yang telah berkeping - keping. Hancur. Butuh lebih dari sekedar kemauan dan waktu untuk berdamai dengan kenyataan. Keberanian" Jawabku
+
Kau wanita biasa yang menjalani hidup seperti kebanyakan perempuan hingga di tengah perjalanan pengkhianatan memaksamu tumbuh lebih kuat dari yang seharusnya. Tertatih - tatih menyeberangi batas kemarahan dan ketakutan sendirian.
+
"Ketahuilah, di masa lalu aku pernah mengira bahwa waktu adalah wajahku. Eksistensi. Hingga penderitaan mengajarkanku bahwa dia hanya bayangan semu dari keberadaanku sendiri. Ilusi. Aku juga pernah menyangka bahwa waktu berjalan detik demi detik, jam, hari, minggu, bulan dan tahun untuk sebuah tujuan hingga suatu hari perpisahan memberitahuku bahwa dia hanya diam membisu menyaksikan hiruk-pikuk perubahan. Egois. Waktu bahkan tak mampu membunuh beberapa ingatan yang terwariskan dari zaman ke zaman. Re-inkarnasi. Dan suatu senja pun kusadari bahwa pada saatnya waktu akan kembali tiada. Sirna" Lanjutku.
+
Alunan Aaliyah - "At your best" masih mengalun dari Acer jadulku sementara udara berhembus khas kemarau. Dari balik sepi kusadari bahwa meski hanya waktu yang pernah benar-benar miliki, namun kita terlalu sering mengabaikannya hingga tiba-tiba hari telah di ujung senja. Tua.
+
#Photo zaman SMA
+
RiaCaya
Bersama menuju keabadian


