Postingan

Aku

Gambar
Aku (senja, cinta dan ketiadaan) + "Aku dipeluknya" Whatsapp-mu. + Andai saat ini aku menatap bola mata-mu mungkin akan kudapati cahaya itu. Binar yang selalu membuatmu tampak berbunga di sela keramaian kota yang semrawut. Kau wanita separo baya yang mampu mengingatkanku pada senja. Senja yang pernah mengajariku hal-hal konyol dan tak masuk akal. Rindu. Senja yang memberitahuku bahwa aku adalah pria naif yang tidak tahu bahwa wanita adalah kebohongan dengan seribu wajah. Bedak, lipstik dan seabrek asesoris kepalsuan yang tak kutahu namanya. Senja yang karenanya kata-kata asing darling, miss you, love you, say, kagen tiba-tiba menjadi deretan buku dan kamus dalam kepalaku. senja yang semakin tua dan akhirnya terlambat kusadari kepergiannya. Menghilang. + "Temui. Katakan padanya bahwa kau merindukan atau bahkan mencintainya. Lupakan bayang-bayang ketakutan yang mengerikan sebab cinta tak pernah menyakiti siapapun. Jika dia benar-benar mencintaimu, dia akan tahu bagaimana m...

Once again

Gambar
Once again. (ekspektasi, realitas dan rindu) + Langit temaram, mendung sisa hujan semalam menggantung diatas bukit. Burung-burung kembali ke sarang menyanyikan lagu-lagu kebisuan. Suara jangkrik musim penghujan satu-satu mulai terdengar menembus kesunyian. Seperti perpisahan matahari perlahan beranjak pergi dan senja pun menghilang. Magrib. Aku masih bersama deretan huruf-huruf di keyboard Acer jadulku ketika alunan "Once Again" - Mad clown tiba-tiba menghentikan jemariku. Diam. Sekali lagi kucoba memunguti huruf dan aksara yang berserakan di kepalaku, pikiranku. Tapi sepertinya kali ini aku harus menyerah, gagal. Kata dan kalimat yang kuucap dan kutulis tiba-tiba terasa mati diujung lidahku sendiri. Tak bermakna. + "Aku kangen" SMS mu tiba-tiba. + "Dasar wanita bodoh. Bagaimana kau bisa merindukan pria egois dan tak pandai mesum sepertiku. Bukankah sudah kukatakan apa yang kau rindukan adalah bayanganmu sendiri. Pikiran. Ekspekasi yang gagal terpenuhi dalam ep...

Penghujan

Gambar
Penghujan (antara rindu, senja dan hujan) + Syahdu. Seperti rindu yang menemukan muara pagi ini terlihat berbeda. Tanah basah dan tiba-tiba semua seakan terlahir kembali dari kegelapan dan kematian. Penuh asa. Kabut tipis memanjatkan doa-doa pada udara yang dingin. Rayab-rayab bersayap (laron) berterbangan menari diatas rumput-rumput yang menghijau. Burung-burung bernyanyi menabur harapan diantara dahan-dahan pohon jati. Deretan Embun tersenyum membiaskan mimpi-mimpi yang telah lama mati. Dibalik kabut matahari bersembunyi seakan membiarkan penghuni bumi diam menjajaki kedalamannya sendiri. Penghujan.  + "Hujan" SMS ku, + Kau terdiam. Alunan "Estrella" kitaro Menyusup pada celah-celah kaca jendela. Asap yang mengepul dari batang cigarrete membawaku menyusuri jejak-jejak keangkuhan masa lalu dan mengembara di lembah-lembah sunyi ingatan. Biru. Kau adalah lembayung yang ribuan waktu pernah menemani nafas dan khayalku. Di bawah hujan kita berlari memunguti rindu. Pada ...

Tuhan

Gambar
Tuhan (kesunyian, kesadaran dan usia) + Aku berselancar diantara nada-nada "Mirage", "Implora" - Kitaro. Udara dingin satu-satu mulai menembus kulitku yang mulai keriput ditikam usia. Lampu-lampu di kejauhan terlihat menyerupai kesunyian yang panjang. Hening. Bukit ini tidak terlalu tinggi dari permukaan laut tapi cukup untuk melihat kota yang perlahan mulai mati. Tidur. Langit mendung sementara hujan pun membatalkan dirinya mengencaniku. Kusendiri. + "Aku jauh lebih tua darimu" Whatsappmu. + "Kau pikir malam dan hujan bahkan bintang-bintang dilangit yang gelap jauh lebih tua dariku, darimu?. Tidak. Kedewasaan tak pernah ditentukan oleh tubuh-tubuh yang mulai renta tapi kesadaran. Ketahuilah sesungguhnya jauh di dasar kedalaman hati, kita tidak pernah lebih muda dari gunung dan batu-batu. Bahkan ada masanya dimana kau adalah aku" jawabku. + "Kita adalah matahari, bulan, gugusan bintang dan galaksi. Bahkan kita adalah semesta. Kesunyian yang ...

Kenangan

Gambar
Kenangan (Peradaban,agama dan tuhan) + Seperti rasa yang tiba-tiba merasukiku, gerbang TOL ini sepi. Deretan bangunan dan menara-menara kota terlihat membeku dibawah mendung. Gerimis. Dinding-dinding pembatas jalan membisu sejauh mata memandang. Jauh dipinggir kota kulihat beberapa bukit rata oleh alat-alat berat. Pohon-pohon tumbang, semak-belukar dan rumput-rumput menguning. Atas nama kemajuan akhirnya ke-natural-an bumi satu persatu mulai menyerah pada keegoisan manusia. Mati. Air jatuh berderai pada kaca jendela dan mencipta kabut diantara alunan "Viva Forever" - Spice girl, "Knife" - Rockwell,  Kusadari modernisasi bukan saja melahirkan ribuan problem yang kompleks tapi juga ter-asing-an. Sunyi. + "Hati-hati, jangan belok-belok" Whatsappmu. + Kau wanita separuh baya dengan binar mata hitam yang tajam menghujam. Wajah selalu berseri dan senyum yang terlihat lahir dari spontanitas. Apa adanya.  Aku bahkan pernah berpikir mungkinkah jika saatnya tiba kau...

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE