Postingan

Diam

Gambar
Diam (rindu, senja dan gerimis) + Aku menyusuri jalan yang berliku sebelum akhirnya memasuki tikungan terakhir. Berhenti. Memasuki halaman parkir disamping mushola yang sedikit sempit, beberapa langkah kemudian akupun telah menghempaskan tubuhku dibalik meja. Seperti samudra, dari atas bangunan ini terlihat hamparan dengan pulau kecil diujungnya. Air yang tenang dan dingin tanpa ombak perlahan mencipta kesunyian. Aku menghirup dalam-dalam udara yang dingin dan menghembuskannya bersama gumpalan kabut yang menyapaku. Gerimis. + "Kepada mendung kutitip rindu yang tak terbendung" whatsappmu + Kau terlahir dua dekade setelah kulihat dunia yang penuh ilusi sekaligus warna ini. Pelangi. Dunia yang memperlihatkan banyak hal menjadi lebih besar dari kenyataannya hingga seringkali kita salah lihat, salah memetakan dan salah mengerti. Kita bahkan seringkali tertipu janji-janji manisnya yang men-surga. Betapa sering kita berlari membabi buta mengejar bayangannya hingga kita...

Gila

Gambar
Gila (senja, kebebasan dan senyuman) + "Aku mulai memahami karaktermu" Whatsappmu. + Bagaimana kita akan memahami apa yang ada di luar diri ketika kita masih ragu tentang kedalaman sendiri. Bagiku kefahaman hanya milik orang-orang yang telah berhenti bertanya, berhenti memetakan pola-pola yang terlihat acak sebab sesungguhnya apa yang kita sebut sebagai ketidakpastian adalah kepastian itu sendiri. Realitas. Malam telah mem-pagi, rembulan tersenyum memancarkan cahaya dipelukan mendung. Angin terdiam menyanyikan lagu-lagu keabadian tanpa suara. Sementara beberapa bintang membisikkan kenangan dari balik kaca jendela. Aku menyusuri jejak-jejak sunyi senja yang t'lah pergi. Beberapa siklus. Menemukan wajah sendunya diantara barisan huruf-huruf dan menghirup sisa-sisa aroma wangi tubuh yang ditinggalkannya. Men-jingga. + "Koclok (baca: gila)" lanjutmu. + Kali ini aku tersenyum. Tiga purnama kita bertemu dan kau wanita separo baya yang tanpa sengaja m...

Jodoh

Gambar
Jodoh (Gerimis, vibrasi dan rindu) + "Jodoh itu cermin DIRI atau perbedaan yang saling melengkapi?" tanyamu. + Gerimis masih saja memelukku dan spoi angin yang menerobos tirai jendela membawa nuansa dingin. Rindu. Bagiku gerimis bukan saja penyimpan kenangan tapi wajah dan bahasa kehidupan bagi pecinta kesendirian. Pengembara. Bertahun lembah-lembah pengetahuan kudaki, tebing-tebing pikiran dan kitab-kitab tua kususuri hingga aku pun nyaris berhenti menjawab pertanyaan. Ketidaktahuan. Benar bahwa kebodohan adalah beban peradaban tapi tanpa keterbelakangan bagaimana kita bisa mencandra dan berharap masa depan? + "Keduanya. Cermin diri, sebab sebuah hubungan tanpa kesamaan vibrasi hanya akan melahirkan kontradiksi, perang dan perpisahan. Cerai. Sementara tanpa perbedaan-perbedaan dan sedikit benturan bagaimana kita akan belajar saling memahami. Ketahuilah, hanya yang pernah kacau, acak dan tak teratur yang akan bisa tertata kembali sebagai keseimbangan. Harmo...

jejak-jejak hujan

Jejak-jejak hujan (rindu) + Aku tidak tahu mengapa atmosfir hari ini seperti menyesakkan. Mendung tak jua mencipta gerimis hingga udara gerah dan daun-daun pun diam menunggu. Bisu. Seperti rindu, bagiku ia adalah gelombang kekhawatiran perasaan, kenangan. Catatan kelahiran ketika ekspektasi terhalang jauhnya jarak ruang dan waktu. + "3 siklus bumi" tulismu. + Dan aku pun menyadari seberapa banyak amukan gelombang pernah kulalui. Kutinggalkan semua asa di belantara masa lalu bahkan sebelum sempat lahir sebagai harapan. Jauh sebelumnya, aku bahkan telah mengerti bahwa semua gelombang kekacauan hanyalah tentang ilusi. Eksistensi semu dari apa yang kita sebut kelahiran. "Aku". + "Sebanyak itukah waktu yang pernah kita lalui bersama?" lanjutmu. + "Tidak penting seberapa banyak waktu yang telah dan atau akan kita jalani. Tapi apa yang telah kita pahatkan pada keberadaan ini hingga ketika senja menghampiri kita tidak lagi menyesali. Unt...

Another world

Gambar
Another world (Manusia, ingatan, dan hujan) + Mendung. Penghujan telah mengunjungi kotaku, langit tiba-tiba temaram sementara geluduk menggelegar dan bergema diantara bukit-bukit, tebing yang berdiri kokoh melawan keangkuhan waktu. Ingatan. Aku masih menjelajahi deretan terakhir nada-nada usang yang terbingkai dalam sekeping lagu. "Viva Forever". Hujan perlahan gemericik gaduh dari kejauhan, tak ada lagi rumput yang pasi kecoklatan, atau ranting-ranting yang meranggas seperti menunggu kematian. Laksana kelahiran semua menghijau, seperti hamparan asa yang tumbuh dalam naungan rindu dan kemesraan. Cinta. + "Bukankah semua manusia egois?" katamu. + "Yes. Kita lahir dari arogansi hukum alam, law of nature. Bahkan manusia hanyalah robot biologis yang selalu tunduk pada hasrat alaminya. Ego. Bertahan membabi buta mengingkari kematian dan kepunahan, survival. Terlalu sedikit manusia yang mengerti dan menyadari bahwa keberadaannya adalah temporer. Terpasu...

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE