Postingan

Pergi

Gambar
Pergi (dualitas, vibrasi dan waktu) + "Aku ingin berpisah" katamu 111 hari yang lalu. + "Pergilah. Seperti samudra, pada saatnya semua hal akan kembali ke tempatnya masing-masing. Muara. Menemukan vibrasi dan habitatnya sendiri-sendiri. Kita tidak pernah bisa menyatukan hal-hal yang sudah semestinya terpisah. Lihatlah, api dan air, siang dan malam, benar dan salah, logika dan iman, keduanya akan saling menegasikan satu sama lain. Selamanya. Sebab persatuan yang dipaksakan hanya akan melahirkan ledakan yang membakar diri kita sendiri. Berkeping-keping. Waktu bahkan tak pernah mengijinkan kita membunuh dualitas pikiran sepenuhnya kecuali kita telah benar-benar berhenti. Mati. Menyadari bahwa apapun yang membuatmu menderita adalah hal sama yang akan membuatmu bahagia. Bahwa sesungguhnya apapun yang kau sebut mereka adalah kita. Dan aku adalah kau." jawabku. + "Ketahuilah, siapapun yang telah memutuskan untuk pergi tidak akan bisa kembali sepenuhnya. Sebab sekalipu...

Tujuan

Gambar
Tujuan (Beer, LC dan karma) + Kau terdiam dalam pelukanku sementara dentuman musik terdengar asing memenui ruangan ini. Dua LC (Ladies Companion) menuangkan Beer diantara asap cigarette yang membumbung tanpa bentuk. Hitam putih menyatu dalam balutan ketidakpastian iblis dan tuhan. Aku menggenggam tanganmu. Membunuh sisa-sisa keraguan atas kesederhanaan mimpi-mimpi kita dan membiarkan semua hal berjalan tanpa sedikit pun ketakutan. Bahwa pada akhirnya kehidupan akan selalu menemukan jalannya sendiri. Bentuknya. + "Apa yang kita lakukan?" tanyamu; + Segelas beer menghilang diantara dua bibirmu. Terlihat kau bersusah payah untuk bangun dari keputusasaan masa lalu. Masa dimana hidup pernah mengajarimu tentang rasa sakit dan kecewa. Tentang luka. + "Membebaskanmu dari karma. Ketahuilah, sesungguhnya amarah, kecewa, benci dan dendam adalah warisan purba yang akan selalu berputar mempertahankan keberadaannya. Dari generasi ke generasi.  Sementara hanya cinta satu-satunya hal ya...

Bebas

Gambar
Bebas (Antara Jogja, Sleman dan Bantul) + Hujan. Aku tidak tahu apakah tetes-tetes air yang menempel pada kaca jendela ini adalah musim terakhir dalam barisan ingatanku. Bersamamu. Gedung-gedung berdiri membisu dalam dinginnya kabut sementara seperti aliran sungai takdir yang tidak jelas roda terus berputar dan melaju pada hitamnya aspal. Bagiku tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban apalagi kepastian sebab beberapa hal lebih indah justru ketika menyisakan sedikit tanya. Pun, aku tidak akan memaksamu mencandra masa depan ketika kau tiba-tiba terdiam dan menyerah dalam pelukanku. Beku. Sebab cinta hanya akan datang untuk memastikan eksistensinya sendiri. Tidak lebih. + "Sepertimu, cintaku telah terpasung di masa lalu" katamu. + "Aku hanya ingin menikmati hujan, senja, hembusan angin dan deburan ombak yang menghantam hati kita. Menghabiskan satu-satunya hal yang pernah kita miliki bersama, waktu" lanjutmu. + Dan akupun perlahan melumat bibirmu. Menghabiskan sisa-s...

Selfish gen

Gambar
Selfish gen (covid19,  keadilan dan kemanusiaan) + Terik membakar wajahku. Seperti rasa yang tertunda awan putih menggantung di cakrawala barat.  Kemarau. Sementara wabah rekayasa covid19 membisu tanpa gaung di sudut-sudut kota. Laksana harapan orang-orang beterbaran tanpa secuil pun masker kesehatan. Sepertiku.  Mungkin bosan adalah penyebab ketidakpedulian atau keterbatasan, kelaparan dan kemiskinan lebih menakutkan dari apa yang kita sebut sebagai sakit dan kematian.  I don't know. + "Aku adalah gambaran nyata dari keegoisan" suaramu. + "It's nature. Bukankah jauh sebelum kelahiran kita adalah selfish gene. Naluri survival dan penolakan dari kepunahan warisan masa lalu. Lihatlah, bagaimana pun manusia membangun ide sosialis dan pemerataan selalu tumbang di perkosa zaman. Sebab kebersamaan dan persatuan bukanlah algoritma dasar dari hukum alam. Law of nature" jawabku. + "Bagaimana dengan keadilan?" lanjutmu. + "Keadilan hanyalah pelarian, ka...

Agama

Gambar
Agama (fanatisme, kegagalan dan rembulan) + "Kafir" tulismu berapi-api + Aku masih bergelut dengan bad signal ketika suara di seberang tiba-tiba menghilang. Sementara alunan lembut  "You needed me" - Anne Murray menyadarkanku bahwa agama tanpa kebijaksanaan bukan saja melahirkan perang tapi adalah beban peradaban. Terbunuhnya pertumbuhan dan inovasi kemajuan dari panggung sandiwara bernama dunia.  70 tahun lebih kita meng-klaim kemerdekaan tapi kita tidak pernah benar-benar selesai dengan diri sendiri.  Lihatlah, betapa seringnya kita baku hantam sebab persoalan klasik turun-temurun. Kebodohan, korupsi, fanatisme agama, bahkan ilusi surga neraka. Perbedaan.  + "Perbedaan di dunia empiris adalah keniscayaan agar kita mampu melihat pola-pola abstrak dan menemukan jawaban dari banyak pertanyaan. Persoalan. Bagaimana mungkin kita dapat mengenali realitas dan keindahan dunia ketika semua hal terlihat satu warna. Satu agama. Bukankah pelacur. pencuri dan pengkhianata...

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE