Postingan

It's You

Gambar
It''s You (Antara rindu dan realitas waktu) + Temaram. Gerimis yang mengkabut di langit kotaku ini sepertinya salah musim bagai rindu yang lahir dari kegelapan waktu. Aku membuka tirai jendela. Memahami bahwa kesendirian adalah kesejatian itu sendiri. Tempat kembali segala hiruk pikuk rasa yang meng-ada. Kau adalah aku dan aku adalah kamu hingga waktupun membeku. Berhenti. Tersungkur melihat wajahnya sendiri. Aku dengan segala kenaifanku dan kau dengan keegoisanmu yang berhasil meruntuhkan hatiku. Memenuhi warna-warni pelangi setiap sudut ruang tersembunyi di kedalaman hati. + "Kau tak pernah mencintaiku" ucapmu satu putaran bumi yang lalu. + Aku terdiam menikmati senyum dan rona merah di pipimu. Sementara lampu-lampu kota menjadi saksi bahwa pada akhirnya kau memilih menyerah. Berpisah. Kau dengan beban-beban sosial di pundakmu dan aku dengan kebebasanku. Bagiku cinta bukan sebait puisi atau kata-kata abstrak yang sering menjebak kita dalam pelukan ilusi....

Waktu

Gambar
Waktu (Fakta, ilusi dan ketiadaan.) + "Namaku Ririn" katamu. + Aku tidak tahu kau laki-laki atau benar-benar wanita, bagiku kau hanyalah bagian diriku yang mengunjungiku melalui dunia empiris akhir ramadhan ini. Tidak lebih. Aku melihat diriku tercermin dalam dirimu belasan tahun silam. Ya. waktu yang sesungguhnya sangat absurd di dunia realitas. Kenyataan. Bagaimana mungkin kita mengukur ketiadaan waktu dengan mistar dan angka-angka ketika dia hanya eksis dalam pikiran. Tidak ada detik, jam, hari bahkan bulan dan tahun ketika semua adalah kesatuan. Tunggal. Aku tidak sedang bicara tentang tuhan, tapi keabadian. Ketiadaan yang tak pernah terjangkau oleh pikiran sebab pikiran adalah produk dari keberadaan. eksistensi semu yang lahir dari residu hasrat dan materi dalam belenggu waktu. Kau wanita cerdas yang tersesat dalam kepastianmu sendiri. Terlalu banyak buku dan bahasa kitab yang terekam dalam pikiran hingga keegoisan membuatnya mengkristal. Menjadi penjara dan ...

UnBlock

Gambar
UnBlock (impian tari purba) + "Aku membuka semua blokir" katamu + Dingin. Belasan siklus sudah kuarungi samudra ini sendiri. Kau tiba-tiba berhenti dan pergi setelah gagal menterjemahkan hubungan kita yang absurd. Rapuh. Sementara sisa-sisa badai yang kau tinggalkan membuatku jatuh dalam lubang kesunyian. Terlambat kukenali apalagi kumengerti. Kesendirian pun akhirnya membuatku melihat pagi tanpa gairah. Laksana perahu tua yang tenggelam, aku pun menyerah dalam pelukan teduh senja. Menjalani Waktu yang terus berputar bersama bintang-bintang menyimpan kenangan. Aku bahkan pernah menunggumu berhari-hari, pekan dan purnama sampai akhirnya kusadari bahwa seperti tujuan, penantianpun adalah rantai belenggu yang sangat panjang. Hingga pagi ini kau datang menghampiriku. Wajahmu pasi, senyummu menghilang bahkan suaramu seperti zombie menakutkan. Aku tidak tahu mesti tersenyum membangun kembali mimpi-mimpi yang telah lama mengering atau diam. Menyaksikan kedua kalinya puin...

Rindu

Gambar
Rindu. (Antara huruf dan jalan-jalan sunyi) + Kembali. Aku melihat wajahmu dari dunia yang aneh. Benar bahwa mungkin aku tak mencintaimu layaknya perempuan. Aku bahkan tak pernah berharap menyeberangi lautan gairah bersamamu. Atau mengintimidasi malam dengan desahan yang membara. Tapi rasa ini pernah seakan nyata ketika kuraba jatungku sendiri. Kunikmati kehilangan, rindu dan 1001 kegundahan yang kuilusikan sendiri. Aku juga tidak melakukan semua hal yang kau sebut konyol itu untuk diriku. Aku hanya mesti melakukannya tanpa tahu sepenuhnya darimana keharusan itu datang. Bahwa aku harus dengan sadar menyakitimu. Meluluhlantakan ekspektasi indah dan eksklusif yang pernah kau bangun megah dalam tahta pikiranmu. Tentangku. + Ya. aku hanya ingin memberitahumu bahwa rasa sakit dan derita selalu lahir dari ekspektasi. Harapan. Maka lakukan semua hal sebagai hidupmu. Peranmu. Hingga kau pun akan mampu menerima segala konsekuensi dengan sukarela. Sebab jika kau melakukan karena seseorang pada a...

draft 4

Gambar
"Kau masih ingat?" Tanyamu. + Di masa lalu mungkin kau pernah menjadi warna gelap di perkebunan hati ketika kenaifan membelengguku. Tapi kau adalah pagi dan gairah pertama yang membuat hujan indah berpelangi. Warna yang diam-diam kurindui meski pada akhirnya cahaya itu membunuhku dan berkali-kali aku pun mati. Bukan saja oleh kebodohan dan ketidakmengertianmu tapi juga oleh senyummu. Senyum yang kini tampak jauh sebab dunia memisahkan kita. Kau mengejar mimpimu sementara aku  lebih memilih menyusuri jalan-jalan tua. Berkelana diatas jalanan yang berdebu memahami pengertianku sendiri. 20 tahun berlalu dan kita pun bertemu. Kau masih sama sementara aku terlanjur bersimpuh dibawah pelukan senja. Memandang wajah sendiri di ujung cakrawala. + #draft 4

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE