Postingan

Senyum

Gambar
Senyum (pudar, derita dan senja) + "Aku ingin melukis senja" katamu lewat sebuah lagu. + Adalah pertama kali kulihat senyummu. Entah berapa purnama sudah mendung menggantung diwajahmu. Aku bahkan melihat gerimis yang turun diantara lagu-lagu klasik tak mampu membangunkanmu. Kau terdiam, hatimu seakan beku oleh kesunyian dan luka. Hampa. Bagimu mungkin hidup adalah ketidakadilan dan pemerkosaan atas nama takdir. Kau kehilangan arah dan harapan sebelum bunga-bunga mekar menjadi kenyataan. Pudar. Tergilas keegoisan dan ketamakan yang pernah kau kira cinta. + "Kita bisa menikmati senja yang sama meski dari tempat dan usia yang berbeda. Mengarungi samudra rindu ketika malam-malam terasa sunyi. Berdua." jawabku. + "Ketahuilah. Hanya luka dan derita yang akan mampu membuat kita semakin dewasa dalam memahami bahagia. Bagaimana mungkin kita bisa melihat kenyataan apa adanya ketika jembatan ketakutan-ketakutan tak juga kita sebrangi. Terlampaui. Bagaima...

Vulgar

Gambar
Vulgar (Seni, kelahiran dan tuhan) + "Isi pulsa bang" Messengermu. + Sedetik kemudian kau pun mengirimkan photo tanpa sehelai benang, busana. Selly namamu dan belum genap 24 jam kita bertemu. Bagiku seni dan keindahan bukanlah bahasa vulgar yang memperlihatkan setiap detail dari persoalan tapi ketika tujuan adalah abstrak, bias dan penuh warna. Apa-lah arti kelahiran jika semua hal telah ter-dekripsikan bahkan sebelum terjadi sebagai kenyataan kecuali kehampaan. Pun tuhan, ribuan waktu telah kuhabiskan bersama buku-buku tua mencarinya namun setiap kutemukan jawaban justru selalu melahirkan beragam pertanyaan. Tak terbatas. Hingga kusadari bahwa sesungguhnya pertanyaan dan jawaban itu adalah diriku sendiri. Kesadaran. + Pun rindu, bagiku dia bukanlah bunga-bunga yang mekar dalam pertemuan atau desah yang memburu dan menggeliyat dibawah cahaya rembulan ketika kita bertarung melawan dinginnya malam dalam hangatnya pelukan. Tapi ketika jauhnya jarak dan waktu setipi...

Pernikahan

Gambar
Pernikahan (pelarian, vibrasi dan cinta) + "Apa itu pernikahan?" tanyamu + Entah berapa kali kudengar pertanyaan itu. Aku bahkan nyaris lupa berapa siklus waktu telah kujalani sejak kuputuskan berhenti dan bernaung dibawah pelukan pernikahan. Sementara suara gerimis pada daun-daun mulai menghilang satu-satu. Aku menyusuri bayanganmu yang lahir dari alunan nada-nada Angela Zhang - "I started a joke". Mencandra jauhnya jarak yang mesti kusebrangi ketika kau tiba-tiba menjelma menjadi harapan. Mimpi-mimpi. + "Banyak pernikahan hanyalah transaksi dan tidak lebih dari persoalan untung-rugi. Placebo bagi liarnya keinginan-keinginan dan keserakahan. Seperti sex, pernikahan hanyalah wujud ketakutan abadi dari kesendirian. Kepunahan. Egoisme yang bersembunyi dibalik kata-kata pengabdian dan cinta. Pelarian." jawabku. + "Hanya saja, ada satu pernikahan dimana dia akan menyatukan dua jiwa dalam satu vibrasi. Dia bukan saja mampu melampaui jauhn...

Tarian purba

Gambar
Tarian purba (Rindu, kesendirian dan usia) + "Sepertinya aku rindu" tulismu + Aku masih mengembara diantara barisan huruf-huruf tua. Cinta. Sementara matahari pagi bersinar cerah dan burung-burung pun bernyanyi menyambut pagi. Harapan bagi mimipi-mimpi kelahiran dimana dunia kian renta ditelan usia. Gaduh.Kebersamaan terlihat rapuh dibalik maraknya transaksi untung-rugi. Apa yang kita sebut kebaikan mulai menipis tergerus intrik-intrik politik dan kepentingan, Rindu bahkan hanya menyisakan kata-kata yang dangkal diatas sebongkah batu cadas. Egois. + "Apa yang kita rindui selain bayangan keegoisan diri sendiri?. Betapa sering kita mengatakan merindukan seseorang namun sesungguhnya hanyalah wujud dari kesunyian. Kehampaan yang terselip jauh di kedalaman ketika kita gagal berdamai dengan kenyataan. Realitas. Ketahuilah, seperti cinta dimusim penghujan rindu sejati adalah panggilan jiwa. Dia bukan saja mampu menyatukan tubuh-tubuh dalam tarian sakral purba tapi...

Dogma

Gambar
Dogma (aku, kau dan dualitas) + "Kau seperti sedang menulis kisah kita" katamu + Aku tidak tahu berapa dalam luka yang pernah kau genggam di masa lalu. Bagimu hidup adalah ketidakbenaran dan kekacauan realitas. Entah berapa siklus waktu telah kau jalani dengan kesunyian. Atau berapa lembah dan gunung kekecewaan tertatih-tatih kau sebrangi. Aku bahkan melihat sisa-sisa amarah terselip diantara senyummu yang dingin. Ketakutan menjalani bayangan wajah masa depan. + "Berhentilah menghukum dirimu sendiri. Sebab baik-buruk, tinggi-rendah bahkan benar-salah itu hanyalah ilusi yang lahir dari pikiran. Dualitas. Apakah menurutmu kita akan memikul dosa dan menjalani siksa neraka padahal semua probabilitas itu telah terumuskan jauh sebelum semesta meng-ada?. Ketahuilah, semua ketakutan itu lahir dari belenggu dogma yang telah bertahun-tahun tertanam dalam alam bawah sadarmu, ilusi" jawabku + "Aku tak mampu melawan takdirku"lanjutmu + "Seper...

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE