Postingan

Boom

Gambar
Boom (Negriku, ilusi dan nurani) + Aku berjalan diatas genangan air sisa-sisa hujan semalam. Menikmati belaian kabut yang dingin dalam aliran darahku. Menyadari betapa seringnya pikiran mempersulit dirinya sendiri ketika mimpi-mimpi tak terkendali. Dan kita pun gagal meng-identifikasi kenyataan hingga mengira bahwa ilusi surga neraka adalah kenyataan. Realitas. Tanpa sadar terjebak dalam kubangan amarah, luka, dan dendam. BOOM. + "Bagaimana om bisa tahu maksudku bahkan sebelum aku mengatakannya?" tanyamu. + Sementara negeriku semakin gaduh. Orang-orang berteriak nanar dan saling baku hantam hanya karena perbedaan isi kepala. Isme. Beberapa orang tertawa senang diatas penderitaan orang lain. Sengaja. Tempat-tempat sujud masjid, gereja, wihara dan pura berubah menjadi mimbar untuk saling mencaci dan membenci. Beberapa yang lain bersikeras memelihara kebodohan massal hanya untuk bisa menguasai. Mati-matian. Hubungan pertemanan, persaudaraan bahkan pernikahan tak lebih dari seked...

Sampah

Gambar
Sampah (filsafat, cinta dan rembulan) + "Mengeja rindu dibawah bulan purnama, bersamamu" tulismu + Dan kita pun berpelukan dibawah cahaya bulan yang sama. Redup. Mendung menggantung diantara sunyi yang tiba-tiba menghampiri hingga rindu perlahan melahirkan ribuan warna. Di hati. + "Sesungguhnya cinta adalah nir-rasa. Hingga cinta bukan saja menyeberangi batas amarah, luka dan dendam tapi selalu mampu melampaui penderitaan dan kebahagiaan. Hanya saja sebab kebodohan kita terlalu sering mengira bahwa cinta adalah harapan. Itu tersesat"jawabku. + "Ketahulah, filsafat bahkan tuhan akan mati tapi bukan di hadapan sains melainkan cinta." lanjutku. + Malam tenggelam dalam kesendiriannya. Bersama alunan "Wuyung" - Manthous ku-eja satu dua bintang jauh diatas mendung. Kusadari bahwa pada akhirnya hanya yang tak terdefinisi adalah puncak dari segala perjalanan dan pencarian. Maka ribuan buku-buku tua dan dogma agama yang mengendap dalam pikiran hanyalah sa...

Satu

Gambar
Satu (Zombie) + Langit cerah. Rumput - rumput menghijau sementara matahari mulai menghangat di ufuk timur hingga sisa-sisa kabut pun perlahan menghilang. Orang-orang sibuk membersihkan makam saudara kerabat dan orang tua mereka. Aku bersimpuh di depan pusara warna hitam dan menyalakan sebatang cigarrete tanpa kata-kata. Membiarkan asap meng-angkasa menyatu dengan kesunyian. Bisu. Di sinilah setengah dekade yang lalu jasadmu bersemayam dalam diam. Beku. Bagiku kematian bukanlah ketika tubuh-tubuh telah menua dan rapuh tapi ketika jiwa-jiwa kita telah kehilangan dirinya sebab keegoisan. Eksistensi semu. Betapa seringnya kita merasa hidup padahal sesungguhnya kita hanyalah seonggok robot biologis yang selalu tertunduk menyembah kemarahan dan kesakitan sendiri. Zombie. + "Aku selalu takut jika om tiba-tiba pergi dengan cara yang tidak bisa aku bayangkan sebelumnya" katamu semalam. + "Bagaimana aku bisa pergi ketika aku tidak pernah datang sebab sesungguhnya kita telah satu b...

Sajak terakhir seorang suami. VI

Gambar
Sajak terakhir seorang suami (Senja berganti) + Pagi. Kabut meyelimuti langit kotaku, gerimis. Aku menyusuri jejak senyum yang terlambat kau tinggalkan. Biru. Meski terlihat serampangan padamu pernah kupersembahkan dinginnya malam tanpa sedikitpun keraguan. Dan kita pun mendaki puncak-puncak hasrat memaknai secangkir anggur diantara desah yang manja. Menuruni lembah-lembah rindu dan menari telanjang di belantara sunyi pencarian. Penyatuan.  Hingga kita pun menyerah diujung nafas-nafas yang memburu, bersama. Padamu meski sederhana pernah kutabur mimpi-mimpi diantara keangkuhan waktu. Padamu pernah kucandra jarak matahari dan bulan dalam diam. Sepenuh hati. + "Aku berhenti" katamu di penghujung senja. + Ribuan waktu ku-tantang terik matahari, kuterjang dinginnya kemarau dan kutakhlukkan badai kemarahan meski diam-diam. Kupasung wajah pengkhianatan di hadapan malam dan menyerahkannya pada bintang-bintang. Sukarela. Kusadari bahwa tidak akan pernah ada luka kecuali atas ijin kita...

Logic vs iman

Gambar
Logic vs iman (Tolol) + Senja terbungkus mendung. Seperti ekspektasi yang tak menemukan muara kemudian mencari-cari titik keseimbangan demi mempertahankan kewarasannya sendiri. Sepi. Bersama  alunan "Kau cantik hari ini" -  Lobow sekali lagi kususuri jalan-jalan yang di masa lalu pernah kulalui. Menyadari bahwa apapun yang kita rindu-i sesungguhnya adalah bayangan kita sendiri. Wajah yang gagal kita kenali dan mengerti. + "Mengapa tuhan tidak ada?" kejarmu. + Aku tersenyum. Bagiku argument se-logic apapun tidak akan pernah bisa dipahami pikiran yang terbelenggu oleh kata sakral iman. Sebab iman sama dengan (=) percaya, dan siapapun yang percaya tidak pernah butuh logika. Sedikitpun. Ia hanya percaya. Buta. Apakah ketika kita tahu keberadaan sebuah gelas masih membutuhkan kepercayaan dan iman kepada gelas?. Tidak. Seperti api dan air sesungguhnya logika dan iman tidak akan pernah bisa bersatu. Mereka justru akan saling menegasikan satu sama lain. Selamanya. + "S...

ANDROID

Install RiaCaya pada Android
Download

BUKU


Untuk pemesanan di sini


Untuk pemesanan di sini

RCPLAYER

Simple Musik Radio TV...
RCsetup (windows)
RCplayer (Android)

DONASI



BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

TRANSLATE