Aku adalah kopi
Postingan
Why?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Lihat ulang WAku, bukan inisiatif untuk "Lebih dulu" Tapi mncari posisi yg "pas"? Apakah begitu berat, utk sekedar mlangkah k meja depan?. Yakin. Bukankah sudah kukatakan itu berulang kali sebelum kita mulai?. Lalu knp akhirnya ragu?. Aku bahkan pernah bertanya "Sekalipun bpk mengijinkan, apakah kita ttp tdk akan bisa bersatu?" Jawabmu, "ya. Kita tdk bisa bersatu" Lalu, hrskah aku berpura2 baik2 saja mnghadapi semua ini?
Waktu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Waktu (malam, gerimis dan ingatan) + Malam mempagi. Sepi menyelinap diantara lagu-lagu usang, Sementara sisa-sisa gerimis mencipta kabut di balik jendela. Dingin. Aku menatap damai wajahmu yang pulas pada barisan kode-kode binary Massenger. Membeku. Bagimu mungkin hidup bukanlah tentang mimpi-mimpi masa depan melainkan tentang waktu. Satu-satu hal yang pernah kita miliki selain ingatan. + "Apa yang kau lakukan setelah bercinta?" tanyamu sesaat sebelum tertidur + "Sepertimu, kematian pernah mengunjungiku di masa lalu. Hingga aku pun memaknai hidup sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Apalah artinya sebuah luka, derita bahkan pengkhianatan ketika kita bahkan tak punya banyak waktu untuk membicarakannya. Mensyukuri ombak dan gelombang yang mengajarkan keberanian setegar batu karang. Mengendarai angin bukan sebagai jalan mencapai sebuah tujuan tapi menjalani kehidupan. Keberadaan." jawabku. + "Sekalipun kita tahu bahwa sesungguhnya waktu adalah diam bukan berarti...
Kata-kata
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kata - kata (Cinta, bahasa dan kesendirian) + Namamu Melly. Tahun yang sama dengan kelahiran anak pertamaku, 21 tahun. Aku tidak tahu seberapa dalam perih tersisa ketika ekspektasi atas hubungan itu hancur. Sebab kadang air mata bahkan gagal menterjemahkan apa yang berkecamuk di dalam. Kau perempuan realistis dan ambisius atas duniamu sendiri. Serius dalam mencandra mimpi - mimpi atas masa depan dan kemapanan. Kaku. + "Bikinin puisi om" pintamu + "Seperti katamu bahwa cinta bukanlah sekedar kata - kata, dan aku bahkan tidak mampu merangkai huruf- huruf sebagai wujud kedalamanku sendiri. Ketahuilah kata - kata bukanlah apa yang dideskripsikannya. Sejak dulu. Meski betapa seringnya kita berusaha mati - matian mengkonversi luka, amarah dan penderitaan ke dalam aksara, kata dan kalimat pada akhirnya semua itu bukanlah realitas yang sesungguhnya. Benar bahwa sejak manusia mampu menciptakan bahasa verbal mereka seakan merasa saling terhubung satu dengan lainnya, tapi sejak itu...
Peradaban
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Peradaban (Kebodohan, kemajuan dan uang) + Udara cukup panas. Aku melihatmu mengeja masa depan dibawah pelukan terik matahari. Bahwa kebodohan mesti dihapuskan setidaknya atas nama kemajuan. Peradaban. Bagimu mimpi indah adalah melihat orang-orang bangun dari keterbelakangan, sepenuhnya. Seperti Tim Berners-Lee penemu World Wide Web (WWW) atau Vint Cerf dan Robert Kahn bapak internet, meski hanya satu kau ingin seseorang mewarisi pikiranmu. Maju. + "Aku tetap akan pergi ke lembah kebodohan dan mencerdaskannya" ucapmu tak bergeming. + Benar bahwa sejak Homo Sapiens mampu mengkomparasi perbedaan dan berhitung peradaban pun dimulai. Perlahan manusia membangun system berbasis keegoisan. Uang. Dan satu persatu jalan-jalan dihubungkan, kota-kota didirikan. Jarak dan waktu mulai dipangkas dengan lahirnya internet, kereta super cepat dan pesawat terbang. Angkasa pun perlahan mulai diobservasi dan ditaklukkan. Hanya saja, aku melihat peradaban tidak sepenuhnya berjalan di jalan yang ...
Belenggu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Belenggu (Komitmen, tujuan dan keikhlasan) + Kali ini aku tidak menemukan kebebasan di balik tawa, senyummu. Tapi segumpal bekas luka yang menganga diantara kepulan asap cigarette. Bagimu mungkin aku adalah pria egois sekaligus terapuh dalam episode hidupmu. Meski baru dua hari kita bertemu tapi sepertinya itu cukup bagiku untuk memahami sisa-sisa gejolak dan bara yang membakarmu. Ganasnya badai dan gelombang yang memporak-porakan mimpimu. Di masa lalu. + "Langgar komitmenmu sendiri" katamu, + Kau perempuan gila yang menghentikan langkah ketika cahaya nyaris membebaskanmu dari ketakutan sepenuhnya. Bertahan pada zona nyaman sebab logika dan pikiran terjebak oleh dualitas. Baik buruk, untung rugi, surga neraka. Tempat banyak orang tanpa sadar terseret melakukan penghakiman. + "Aku lebih dari sekedar tahu bahwa komitmen adalah belenggu terakhir bagi setiap perjalanan, pencarian. Dia tak lebih dari sekedar keegoisan yang bersembunyi di balik wajah-wajah yang kita sebut keb...
OS
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
OS (Windows, Linux dan ingatan) + "Bertahun dalam dendam rindu" alunan nada - nada "Walau sekejab", almarhum Arie Wibowo yang dirilis tahun 80-an cukup mengurangi terik yang menyengat di kota ini. Karanganyar. Jalanan cukup ramai meski beberapa negara melakukan lockdown antar kota sebab Corona masih menjadi berita utama yang setengah dipaksakan media-media. Ekonomi ambruk, beberapa perusahaan bukan hanya mengurangi tenaga kerja tapi gulung tikar. Interaksi sosial mulai bergeser kearah digital. Zoom, Whatsapp, Facebook, tokopedia dan beberapa aplikasi perlahan tumbuh menjadi pengganti perjumpaan. Chatting, Videocall, seminar bahkan sex mulai dilakukan orang - orang secara daring. Online. Seperti prediksi Yuval Noah Harari dalam karyanya yang berjudul "Homo Deus" bahwa pada akhirnya peradaban akan didominasi oleh tehnologi dan AI (kecerdasan buatan). Sementara kulihat negriku masih sibuk baku hantam soal agama dan tuhan. Bahlul. Sengaja memelihara kebodohan....
Waktu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Waktu (Usia, senja dan keberanian) + "I can't say anything, hampa" Katamu + "I see. Tidak mudah mengembalikan hati yang telah berkeping - keping. Hancur. Butuh lebih dari sekedar kemauan dan waktu untuk berdamai dengan kenyataan. Keberanian" Jawabku + Kau wanita biasa yang menjalani hidup seperti kebanyakan perempuan hingga di tengah perjalanan pengkhianatan memaksamu tumbuh lebih kuat dari yang seharusnya. Tertatih - tatih menyeberangi batas kemarahan dan ketakutan sendirian. + "Ketahuilah, di masa lalu aku pernah mengira bahwa waktu adalah wajahku. Eksistensi. Hingga penderitaan mengajarkanku bahwa dia hanya bayangan semu dari keberadaanku sendiri. Ilusi. Aku juga pernah menyangka bahwa waktu berjalan detik demi detik, jam, hari, minggu, bulan dan tahun untuk sebuah tujuan hingga suatu hari perpisahan memberitahuku bahwa dia hanya diam membisu menyaksikan hiruk-pikuk perubahan. Egois. Waktu bahkan tak mampu membunuh beberapa ingatan yang terwariskan dari...
Pergi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pergi (dualitas, vibrasi dan waktu) + "Aku ingin berpisah" katamu 111 hari yang lalu. + "Pergilah. Seperti samudra, pada saatnya semua hal akan kembali ke tempatnya masing-masing. Muara. Menemukan vibrasi dan habitatnya sendiri-sendiri. Kita tidak pernah bisa menyatukan hal-hal yang sudah semestinya terpisah. Lihatlah, api dan air, siang dan malam, benar dan salah, logika dan iman, keduanya akan saling menegasikan satu sama lain. Selamanya. Sebab persatuan yang dipaksakan hanya akan melahirkan ledakan yang membakar diri kita sendiri. Berkeping-keping. Waktu bahkan tak pernah mengijinkan kita membunuh dualitas pikiran sepenuhnya kecuali kita telah benar-benar berhenti. Mati. Menyadari bahwa apapun yang membuatmu menderita adalah hal sama yang akan membuatmu bahagia. Bahwa sesungguhnya apapun yang kau sebut mereka adalah kita. Dan aku adalah kau." jawabku. + "Ketahuilah, siapapun yang telah memutuskan untuk pergi tidak akan bisa kembali sepenuhnya. Sebab sekalipu...
Tujuan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tujuan (Beer, LC dan karma) + Kau terdiam dalam pelukanku sementara dentuman musik terdengar asing memenui ruangan ini. Dua LC (Ladies Companion) menuangkan Beer diantara asap cigarette yang membumbung tanpa bentuk. Hitam putih menyatu dalam balutan ketidakpastian iblis dan tuhan. Aku menggenggam tanganmu. Membunuh sisa-sisa keraguan atas kesederhanaan mimpi-mimpi kita dan membiarkan semua hal berjalan tanpa sedikit pun ketakutan. Bahwa pada akhirnya kehidupan akan selalu menemukan jalannya sendiri. Bentuknya. + "Apa yang kita lakukan?" tanyamu; + Segelas beer menghilang diantara dua bibirmu. Terlihat kau bersusah payah untuk bangun dari keputusasaan masa lalu. Masa dimana hidup pernah mengajarimu tentang rasa sakit dan kecewa. Tentang luka. + "Membebaskanmu dari karma. Ketahuilah, sesungguhnya amarah, kecewa, benci dan dendam adalah warisan purba yang akan selalu berputar mempertahankan keberadaannya. Dari generasi ke generasi. Sementara hanya cinta satu-satunya hal ya...
Bebas
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bebas (Antara Jogja, Sleman dan Bantul) + Hujan. Aku tidak tahu apakah tetes-tetes air yang menempel pada kaca jendela ini adalah musim terakhir dalam barisan ingatanku. Bersamamu. Gedung-gedung berdiri membisu dalam dinginnya kabut sementara seperti aliran sungai takdir yang tidak jelas roda terus berputar dan melaju pada hitamnya aspal. Bagiku tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban apalagi kepastian sebab beberapa hal lebih indah justru ketika menyisakan sedikit tanya. Pun, aku tidak akan memaksamu mencandra masa depan ketika kau tiba-tiba terdiam dan menyerah dalam pelukanku. Beku. Sebab cinta hanya akan datang untuk memastikan eksistensinya sendiri. Tidak lebih. + "Sepertimu, cintaku telah terpasung di masa lalu" katamu. + "Aku hanya ingin menikmati hujan, senja, hembusan angin dan deburan ombak yang menghantam hati kita. Menghabiskan satu-satunya hal yang pernah kita miliki bersama, waktu" lanjutmu. + Dan akupun perlahan melumat bibirmu. Menghabiskan sisa-s...
Selfish gen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Selfish gen (covid19, keadilan dan kemanusiaan) + Terik membakar wajahku. Seperti rasa yang tertunda awan putih menggantung di cakrawala barat. Kemarau. Sementara wabah rekayasa covid19 membisu tanpa gaung di sudut-sudut kota. Laksana harapan orang-orang beterbaran tanpa secuil pun masker kesehatan. Sepertiku. Mungkin bosan adalah penyebab ketidakpedulian atau keterbatasan, kelaparan dan kemiskinan lebih menakutkan dari apa yang kita sebut sebagai sakit dan kematian. I don't know. + "Aku adalah gambaran nyata dari keegoisan" suaramu. + "It's nature. Bukankah jauh sebelum kelahiran kita adalah selfish gene. Naluri survival dan penolakan dari kepunahan warisan masa lalu. Lihatlah, bagaimana pun manusia membangun ide sosialis dan pemerataan selalu tumbang di perkosa zaman. Sebab kebersamaan dan persatuan bukanlah algoritma dasar dari hukum alam. Law of nature" jawabku. + "Bagaimana dengan keadilan?" lanjutmu. + "Keadilan hanyalah pelarian, ka...
Agama
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Agama (fanatisme, kegagalan dan rembulan) + "Kafir" tulismu berapi-api + Aku masih bergelut dengan bad signal ketika suara di seberang tiba-tiba menghilang. Sementara alunan lembut "You needed me" - Anne Murray menyadarkanku bahwa agama tanpa kebijaksanaan bukan saja melahirkan perang tapi adalah beban peradaban. Terbunuhnya pertumbuhan dan inovasi kemajuan dari panggung sandiwara bernama dunia. 70 tahun lebih kita meng-klaim kemerdekaan tapi kita tidak pernah benar-benar selesai dengan diri sendiri. Lihatlah, betapa seringnya kita baku hantam sebab persoalan klasik turun-temurun. Kebodohan, korupsi, fanatisme agama, bahkan ilusi surga neraka. Perbedaan. + "Perbedaan di dunia empiris adalah keniscayaan agar kita mampu melihat pola-pola abstrak dan menemukan jawaban dari banyak pertanyaan. Persoalan. Bagaimana mungkin kita dapat mengenali realitas dan keindahan dunia ketika semua hal terlihat satu warna. Satu agama. Bukankah pelacur. pencuri dan pengkhianata...
Dejavu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dejavu (Waktu, rasa dan senja) + Aku mendaki jalanan yang basah dan berliku. Menyelam dalam samudra dingin yang berhembus dari daun-daun pinus. Satu tikungan telah berlalu dan roda pun meluncur diantara terjalnya batu-batu yang licin. Hujan baru saja mengguyur kota ini. Sebuah harapan sederhana bagi para petani di era rekayasa global wabah Covid-19. Langit berawan, hamparan sawah berderet laksana permadani dalam janji-janji surga. Hijau. Sementara kabut tipis membumbung dari semak-semak seakan memberitahuku bahwa dunia empiris bukanlah satu-satunya jawaban bagi setiap persoalan. Kekecewaan, amarah, rasa sakit, kesenangan, kesedihan dan kebahagian. Airmata. Pertanyaan usang sapiens sejak berabad-abad lamanya tentang "mengapa aku ada?". Eksistensi. Dan meski beberapa buku tua telah memberi jawaban namun bagiku tetap saja tak ada kepastian. Absurd. Seperti cinta yang tak terdefinisikan oleh kata-kata akhirnya aku pun berhenti untuk bertanya. Diam. Hingga siklus waktu seakan berh...
Ekspektasi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ekspektasi (Kedamaian, rasa sakit dan cinta) + "Seperti yang lain dia akhirnya meningalkanku" katamu. + Aku masih menyusuri jalan-jalan kota ini. Matahari hangat menerpa kulit dan wajahku. Bunga-bunga merekah dipinggir jalan pada daun-daun yang hijau. Beberapa petugas kebersihan meng-orange di sudut-sudut kota hingga taman-taman dan gang-gang kecil terlihat bersih. Rapi. Satu profesi yang sering terlupakan sebab keegoisan. Kedangkalan pikiran. Sementara awan putih menggantung dia atas kota terbesar ke-2 di Jawa Timur dan ke-24 di negri ini. Malang. + "Berhentilah mencari dan mulailah mendamaikan dirimu sendiri, Sebab apapun yang di luar dirimu tidak akan pernah bisa mendamaikanmu. Hatimu. Ketahuilah tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa membuat orang lain bahagia" jawabku + "Kecewa, amarah dan rasa sakit itu lahir dari ekspektasimu sendiri yang membentur kenyataan. Kegagalan" lanjutku + Matahari mulai terik. Bersama angin yang menerobos dari kaca-ka...
Permintaan maaf
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Permintaan maaf (Kebebasan, tanggung jawab dan waktu) + "Kenapa dia tidak seharusnya minta maaf?" tanyamu + "Beberapa permintaan maaf hanyalah pelarian dari tanggung jawab atas konsekuensi logis sebuah pilihan. Keegoisan. Bagaimana mungkin kita bisa meminta maaf setelah dengan sengaja menabur segenggam luka hanya demi penyangkalan dari rasa bersalah dan kedamaian semu diri sendiri?. Dangkal" jawabku. + Dan kita pun terdiam. Dingin tiba-tiba menerobos dari balik tirai-tirai kaca jendela hati. Sunyi. Perlahan kupunguti jejak-jejak bayangan wajahmu meski dari kejauhan, rasa yang tertinggal dari dalamnya tatapan mata dan teduhnya senyummu. Hangatnya bibir dan damainya samudra pelukan yang kau tawarkan. + "Ketahuilah. Hidup adalah kebebasan tapi kita tidak pernah bisa bebas dari konsekuensi kebebasan itu sendiri. Setiap orang mesti bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya sebagai ketetapan permanent hukum sebab akibat. Law of nature" lanjutku + Malam semak...
Konsekuensi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konsekuensi (Permintaan maaf) + "Bantu dia menyelesaikannya" kataku. + Kau pria bodoh yang bahkan tak bisa menjajaki dalamnya ketulusan dan membedakannya dengan hasrat-hasrat terselubung dibalik arogansi tradisi, agama dan ilusi masa depan. Benar bahwa samudra luka dan apapun yang kita sebut derita selalu lahir dari harapan kita sendiri. Penolakan dan penyangkalan terhadap realitas yang gagal kita eja dan pahami. Tapi tahukah kau betapa seringnya kita menjadi sebab bagi siklus derita orang lain. Tanpa sadar. Hingga penderitaan sebagai warisan peradaban purba selalu berputar dan berulang diatas kepalsuan. Berabad-abad. + "Aku minta maaf" + "Ketahuilah, cinta akan selalu tahu di sudut mana dia harus memandang dan memperlakukan setiap mimpi. Tanpa belajar. Hingga konsekuensi bukan lagi sesuatu yang bisa kita pilih dan hindari tapi kenyataan yang mesti kita jalani. Sukarela" jawabku. + Langit masih gerimis sementara halilintar menyambar dari balik pohon-pohon...
Masa lalu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Masa lalu (siklus, harapan dan cinta) + Malam. Aku masih bersama alunan "Send me angel" - Scorpion, "Once Again" - Kim na young, "Hold on my heart" - Phil Collins menjelajahi lembah-lembah sunyi yang dingin. Sebatang cigarette menyisakan asap yang melangit diujung keberadaannya. Menjadi abu. Kusadari bahwa perubahan lebih abadi dari keberadaan semesta itu sendiri. + "Om. Bagiku kau bukan pelarian." katamu. + Bagiku kau adalah dirimu. Perempuan egois yang rela menyakiti diri sendiri hanya untuk memahami harapan, laki-laki dan uang. Kehidupan. Terlalu banyak luka di sekujur tubuh dan jiwamu hingga waktu mempertemukan kita. Dan kau pun tanpa alasan mengijinkanku memunguti perih itu kemudian memuarakannya dalam semenit pelukan. Bersama. + "Selesaikanlah apapun yang pernah terjadi di masa lalu. Pengkhianatan, amarah, kekecewaan, dan sisa-sisa harapan. Sebab jika tidak dia akan selalu datang di masa depan meski dengan wajah dan persoalan yang lain...
Boom
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Boom (Negriku, ilusi dan nurani) + Aku berjalan diatas genangan air sisa-sisa hujan semalam. Menikmati belaian kabut yang dingin dalam aliran darahku. Menyadari betapa seringnya pikiran mempersulit dirinya sendiri ketika mimpi-mimpi tak terkendali. Dan kita pun gagal meng-identifikasi kenyataan hingga mengira bahwa ilusi surga neraka adalah kenyataan. Realitas. Tanpa sadar terjebak dalam kubangan amarah, luka, dan dendam. BOOM. + "Bagaimana om bisa tahu maksudku bahkan sebelum aku mengatakannya?" tanyamu. + Sementara negeriku semakin gaduh. Orang-orang berteriak nanar dan saling baku hantam hanya karena perbedaan isi kepala. Isme. Beberapa orang tertawa senang diatas penderitaan orang lain. Sengaja. Tempat-tempat sujud masjid, gereja, wihara dan pura berubah menjadi mimbar untuk saling mencaci dan membenci. Beberapa yang lain bersikeras memelihara kebodohan massal hanya untuk bisa menguasai. Mati-matian. Hubungan pertemanan, persaudaraan bahkan pernikahan tak lebih dari seked...
ANDROID
Install RiaCaya pada Android
Download
Download
E-BOOK
DONASI
BRI
No. rek: 6906-01-002323-53-9
a/n: Pujiyanti

